cyber ekosistem deep web

          
www.kerisfotopic.net
  Deep Web juga dikenal dengan nama Deepnet, DarkNet, Invisible Web, Undernet atau Hidden Web) di Indonesia dapat disebut sebagai Web Mendalam. Deep Web merupakan bagian dari World Wide Web tetapi tidak termasuk kedalam internet yang dapat dicari dengan mudah, yaitu dengan menggunakan mesin pencari web yang menggunakan indeks mesin pencari web. Deep Web berbeda dengan Dark Internet, dimana komputer tidak dapat lagi dijangkau melalui Internet, atau dengan Darknet yang merupakan jaringan untuk menukarkan data, yang dapat digolongkan sebagai bagian kecil dari Deep Web.
Mike Bergman, pendiri BrightPlanet yang memberikan istilah tersebut, mengatakan bahwa mencari di Internet pada saat ini dapat dibandingkan dengan menjaring ikan di permukaan laut: akan mendapatkan banyak ikan yang tertangkap di jaring, tetapi informasi yang sangat dalam tidak akan tertangkap. Kebanyakan dari informasi yang terdapat di jaringan Internet, terkubur sangat dalam situs yang dinamis, dan mesin pencari web yang standar tidak dapat menemukannya. mesin pencari web yang tradisional tidak dapat "melihat" atau mengambil data di dalam Deep Web. Halaman-halaman tersebut dianggap tidak ada hingga mereka tercipta secara dinamis sebagai hasil dari pencarian secara spesifik. Sejak tahun 2001, Deep Web telah dinyatakan memiliki ukuran yang lebih besar dari Web biasa.
Jumlah situs yang tergolong Deep web konon jumlahnya sangat banyak. berdasarkan kajian Universitas California pada tahun 2001 jumlah konten deep web sebesar 7,500 terabytes. Kemudian pada tahun 2004 diperkirakan terdapat kurang lebih 300,000 situs yang tergolong Deep Web.

Jack Oliver, dalam paper sebuah seminar mengenai Deep Web yang dipublikasikan dalam Jurnal Publikasi Elektronik, menyebutkan bahwa Jill Ellsworth menggunakan istilah invisible Web atau Web yang tidak kasat mata pada tahun 1994 untuk mengacu kepada situs web yang tidak teregistrasi dengan mesin pencari web apapun. Bergman mengacu kepada artikel yang diterbitkan pada bulan januari 1996 oleh Frank Garcia:“ Situs ini adalah situs yang didesain dengan baik, tetapi mereka tidak melakukan proses registrasi dengan mesin pencari web apapun. Sehingga tidak ada yang dapat menemukan mereka. Secara teknis, situs tersebut merupakan situs yang tersembunyi. Saya menyebutnya sebagai invisible Web atau Web yang tidak kasat mata.”

Salah satu awal penggunaan istilah Invisible Web adalah oleh Bruce Mount dan Matthew B. Koll yang berasal dari Library Software, dalam deskripsi mengenai deep Web tool yang ditemukan pada wawancara press pada bulan Desember 1996. Penggunaan pertama dari istilah Deep Web, sekarang secara umum diketahui berdasarkan kepada laporan pada tahun 2001 yang ditulis oleh Bergman.

Dari penjelasan diatas bisa diartikan bahwa situs – situs website selama ini bisa didapatkan melaui mesin pencarian yang umumnya diketahui ternyata itu semua hanya sebagain kecilnya saja yang ditampilkan dari seluruh situs website  di internet. Masih banyak lagi situs yang tidak terindex oleh mesin pencarian karena tidak didaftarkan atau memang sengaja disembunyikan tetapi kenapa situs itu tersembunyi. Beberapa situs yang disembunyikan bisa jadi memiliki informasi yang tidak untuk konsumsi umum seperti data perusahaan, data suatu intitusi negara dan data rahasia lainnya lalu bagaimana dengan sebagian situs lainya. Deepweb terdapat banyak sekali situs dengan berbagai jenis konten salah satunya adalah BLACK MARKET.

APA ITU BLACK MARKET

Black market jika di artikan berarti pasar gelap yang berarti adalah suatu sektor perdagangan illegal dikarenakan produk yang disajikan merupakan produk tidak resmi yang dilarang secara hukum oleh suatu negara. Produk seperti apakah sehingga menyebabkan menjadi illegal, menurut pengamatan penulis produk yang diperjual belikan di pasar gelap merupakan produk yang tak lazim seperti
1.    Budak.
2.    Senjata kimia.
3.    Organ tubuh.
4.    Jasa pembunuhan.
5.    Jasa hacking.
6.    Jasa pencucian uang.
7.    Tojan.
8.    Traffic.
9.    Jasa spam & flood, termasuk call & sms flood.

Dijaman serba modern ini sepertinya para pelaku bisnis pun mengikuti perkembangan para konsumennya dengan memberikan inovasi yang tidak biasa demi meraup keuntungan walaupun hal itu illegal. Pada black market produk yang menjadi incaran para pembeli bumumnya adalah jasa hacking, dimana para pembeli itu ingin mendapatkan suatu data informasi perushaan tertentu atau memang sengaja untuk menghancurkan perusahaan tersebut dan hal lainya.

PIHAK YANG TERLIBAT

Para pelaku black market bergerak dalam tim dengan tingkat oganisir tinggi bahkan terlihat sebagai sebuah perusahaan yang besar ini dikarenakan beberapa hal seperti strategi, operasional, logistik dan  penempatan yang bisa berbeda negara.
Menurut FBI organisasi cyber crime beraksi layaknya perusahaa, dengan para pakar khusus yang ada pada tiap tiap area dan posisi. Tidak seperti sebuah perusahaan pada umumnya , mereka tidak memiliiki jadwal, liburan ataupun akhir pekan.


1. Programmer
Mengembangkan exploit dan malware untuk melakukan kejahatan cyber.
2. Distributor
Menukar dan menjual data curian.
3. Technical expert
Bertanggung jawab terhadap infrasturuktur teknologi yang digunakan dalam cybercrime black market, seperti server, enkripsi, database, dan semacamnya.
4. Hacker
Mencari celah keamanan pada sebuah aplikasi, sistem, atau jaringan yang akan dijadikan target.
5. Fraudster
Merancang dan mengaplikasikan skema-skema social engineering, seperti phishing dan spam.
6. Hosted system provider
Sebagai pihak penyedia layanan hosting untuk server dan situs yang punya tujuan ilegal.
7. Cashier
Mengatur rekening keuangan dan menyediakan nama dan akun bagi pelaku kejahatan lain untuk mendapatkan uang.
8. Money mule
Menyelesaikan urusan transfer antar bank.
Money mule dapat menggunakan perantara seorang pelajar bahkan juga dapat menggunakan visa bekerja ke luar negeri untuk membuka rekening bank.
9. Teller
Mentransfer uang secara ilegal melalui layanan uang digital dalam berbagai macam mata uang asing.
10. Organization leader
Lebih mengandalkan kemampuan pendekatan personal dibandingkan kemampuan teknis.
Organization leader membentuk team dan memilih targetnya.

EFEK BLACK MARKET

Berdasarkan informasi yang didapatkan melalui infografis milik Rasmussen Collaege pada tahun 2011 efek yang ditimbulkan oleh black market sangat besar yaitu kerugian sebesar US $388 miliar dolar.
Jika melihat informasi lainya dari laporan milik Symantec efek yang ditimbulkan berkaitan dengan cybercrime pada tahun 2011 :

  1. Serangan web meningkat 36% dengan jumlah total serangan per hari adalah 4.500 serangan.
  2. 403 juta varian malware telah tercipta di 2011, meningkat 41% dibandingkan tahun 2010.
  3. 39% serangan malware melalui email menggunakan tautan (link) yang mengarah ke halaman web.
  4. Celah keamanan pada perangkat mobile terus meningkat dengan temuan sebanyak 315 di 2011.
Akibat dari cyber crime ini banyak perusahan dilaporkan mengalami kerugian dari beragam serangan seperti pencuria data dan pengerusakan sistem dan jaringan atau database. Pada umumnya perusahan yang menjadi korban adalah yang berskala besar. 

MENIMALKAN KEMUNGKINAN RESIKO

Guna mengantisipasi serangan cybercrime perlu adanya kewaspadaan dalm tiap tindakan.beberapa hal yang bisa dilalukan untuk menimalkan serangan adalah :

  1. Gunakan kombinasi karakter dalam password, dan jangan gunakan satu password untuk beberapa akun.
  2. Berhati-hatilah terhadap email atau pesan yang berisi tautan atau link yang berasal dari penyedia layanan atau atasaaan, bisa saja itu adalah tipuan dari hacker.
  3. Pastikan bahwa jaringan yang digunakan aman, tidak melaui wifi publik.
  4. Jika melalukan transaksi online pastikan situs itu aman, situs yang aman menggunakan layanan “https//”
  5. Jangan memposting indentitas diri, contohnya seperti CV karna nantinya bisa disalah gunakan.

SUMBER

Bergman, Michael K (July 2000). The Deep Web: Surfacing Hidden Value (2000) BrightPlanet LLC., dari url, https://id.wikipedia.org/wiki/Deep_Web 

Suryansyah, Aditya H. Sisi Gelap Internet (July 2012), dari url http://kanvas-hitam.blogspot.com/2012/07/sisi-gelap-internet.html

Panda Security. (2010). The cyber-crime black market: Uncovered. Retrieved dari url https://farembojo.files.wordpress.com/2014/11/book-the-cyber-crime-black-market.pdf 

Infosec Institute. (2013, January 15). Cybercrime and the underground market – infosec institute. Retrieved January 12, 2018, dari url http://resources.infosecinstitute.com/cybercrime-and-the-underground-market/
Kelly, M. (2012, July 12). Cyber crime black market almost as big as illegal drugs industry now | venturebeat | news | by meghan kelly. Retrieved January 12, 2018, dari url http://venturebeat.com/2012/07/12/cyber-crime-rasmussen/

blon, L., Libicki, M. C., & Golay, A. A. (2014). Markets for cybercrime tools and stolen data: Hackers’ bazaar | rand (RR-610-JNI). Retrieved from RAND Corporation website: http://www.rand.org/pubs/research_reports/RR610.html

Previous
Next Post »