Keris adalah bahasa Simbol


Kebudayaan, pada dasarnya terdiri dr gagasan2, simbol2, dan nilai2 sebagai hasil karya dr tindakan manusia. Dgn demikian, Simbol sangat lekat kaitannya dgn kebudayaan manusia.
Simbol, digunakan utk menyampaikan pesan secara tersirat, terutama simbol2 yg dimunculkan dr benda2 kebudayaan, salah satunya Keris. Krn itu, Keris memiliki nilai lebih yg bukan hanya dipersepsi sbg benda, tapi jg nilai2. Misal, Keris mewakili seorang pria ketika akad nikah, keris sbg perwakilan dr tetua adat dalam sebuah upacara, penggunaan keris yg menyimbolkan posisi pemakainya dan sebagainya.
Simbolisasi keris sbg bagian dr komunikasi ini dirupakan dalam bentuk wrangka, dapur dan pamor, serta sejarah yg melatarbelakangi dibuatnya sebilah keris. Dengan simbolisasi ini, maka seseorang tidak perlu menyampaikan pesan secara fulgar, tidak ewuh pekiwuh (sungkan) mengingatkan, misal bawah kpd atasan, abdi kepada raja dll. Ini seperti yg dilakukan Sunan Kalijaga mengingatkan Raden Patah melalui sebilah keris karya mPu Jaka Supa.
Karena itu, jika kita lekat dengan keris, maka kita juga perlu memahami bahasa simbol2 hasil kebudayaan. Jangan hanya memahami fisik semata, tapi juga pesan yg dituangkan. Untuk itu, wawasan dam cara pandang seseorang menjadi salah satu faktor penentu usaha mempersepsi simbolisme keris dalam kehidupan sehari2.

Sugeng dalu, sugeng istirahat.


Foto :
Keris Lurus dapur Tilam Upih pamor Lintang Kemukus tangguh Tuban (estimasi era Majapahit). Wrangka Sandang Walikat lawasan

www.kerisfotopic.net



Previous
Next Post »