Pengelompokan Data Digital


I. PENDAHULUAN.

Dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat, tidak lepas dengan adanya kejahatan teknologi informasi yang memanfaatkan celah dari kemajuan teknologi tersebut. Kejahatan teknologi umumnya yang digunakan saat ini adalah kejahatan dunia maya atau yang biasa disebut dengan “cybercrime”. Cybercrime tersebut harus diselesaikan agar para pelaku cybercrime tersebut dapat dihukum yang sesuai dengan UU ITE, sehingga dapat membuat jera kepada pelaku cybercrime dan hukum dapat ditegakan oleh penegak hukum sebagaimana mestinya. Dalam penanganan kasus cybercrime tersebut terutama dalam menangani kasus yang berkaitan dengan barang bukti digital, perlu adanya pembagian barang bukti digital tersebut.
 Pembagian barang bukti digital dimaksudkan agar dalam menangani kasus cybercrime tersebut penegak hukum paham akan perbedaan antara Bukti Elektronik, Bukti Digital, Potensi Temuan Bukti Digital, dan Temuan Bukti Digital. Namun demikian Temuan bukti digital yang dapat diajukan ke persidangan dan dapat digunakan untuk menentukan apakah terdakwa tersebut benar – benar melakukan tindakan cybercrime atau tidak, sehingga hukum dapat ditegakkan sebagaimana mestinya dan tidak pandang bulu.

II. PEMBAHASAN

Dari apa yang telah diterangkan sebelumnya pada bagian pendahuluan tentang perbedaan bukti elektronik, bukti digital, potensi temuan bukti digital hingga temuan bukti digital. Dalam buku dari Albert Marcella yang judulnya “A Field Manual for Collecting, Examining, and Preserving Evidence of Computer Crimes” terdapat penjelasan mengenai pembagian data bukti digital, berikut merupakan pembagian data bukti digital berdasarkan tipe datanya:

www.kerisfotopic.net

Keterangan:
  1. Volatile data
  2. Non-volatile data
  3. Transient data
  4. Fragile data
  5. Temporarily accessible data
  6. Active data
  7. Archival data
  8. Backup data
  9. Residual data
  10. Metadata
Berikut merupakan pembagian data bukti digital berdasarkan pembuatan filenya

www.kerisfotopic.net


III. Kesimpulan
Dari apa yang dijelaskan sebelumnya mengenai pembagian data bukti digital berdasarkan type data dan pembuatan filenya, dapat ditarik kesimpulan bahwa setiap data bukti digital mempunyai type data yang berbeda seperti Volatile data, Non-volatile data, Transient data, Fragile data, Temporarily accessible data, Active data, Archival data, Backup data, Residual data, dan Metadata. Sedangkan berdasarkan pembuatan filenya seperti user created file, user protected file, dan computer created file. Sehingga pembagian data tersebut dapat dimanfaatkan ketika menangani kasus cyber crime yang berkaitan dengan data file bukti digital.

Referensi
Marcella Albert. 2002. A Field Manual for Collecting, Examining, and Preserving Evidence of Computer Crimes” . CRC Press LLC. Amerika Serikat


Previous
Next Post »