Berguru pada Kebo Lajer,

www.kerisfotopic.net
Tidaklah keliru jika beberapa kalangan perkerisan dan juga masyarakat awam yang mendapat peninggalan keris berdapur Kebo Lajer lantas mengait-kaitkan keris ini dengan petani, cocok untuk bertani dan bercocok tanam. Mungkin ini dilandasi pemikiran sederhana bahwa Kebo (kerbau) memang sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Petani.

Tetapi lebih jauh dari itu, sebetulnya Kebo Lajer sesuai untuk siapa saja, seluruh lapisan masyarakat karena dapur ini mengajarkan tentang etos kerja, semangat kerja dan kejujuran serta kesederhanaan. Kebo Lajer adalah Kerbau yang lurus. Mungkin karena bentuk bilah keris ini lurus sehingga disebut demikian.

Kebo atau Kerbau, semenjak pagi sudah diajak untuk membajak sawah, istirahat sebentar lalu sampai sore bekerja lagi membantu para petani. Sifatnya tidak seperti Banteng, kerbau lebih cenderung kalem, sederhana dan mudah dipercaya. Tanpa diikatpun dia bisa pulang ke kandangnya. Sifat2 ini menunjukkan bahwa Kerbau memiliki semangat kerja yang tinggi, tetapi tetap sederhana dan jujur sehingga bisa dipercaya untuk dilepas begitu saja oleh para petani.

Demikian pula dengan kita. Dalam keseharian kita dituntut untuk memiliki semangat, etos kerja yang tinggi untuk mencapai apa yang kita cita2kan, kita harapkan. Tetapi kesemua itu perlu dilakukan dengan kejujuran agar mendapat kepercayaan. Selain itu kita tetap harus bisa menjalani hidup sederhana, tidak neko2 (tidak berlebihan) agar hasil kerja kita bisa dirasakan. Ketika mendapat rizki berlimpah tidak lantas foya2 dan lupa diri, ketika mendapat rizki sedikit tetap bisa mensyukurinya sebagai karunia Tuhan.

Ketika etos kerja atau semangat kerja itu dilandasi dengan kejujuran dan kesederhanaan, berjalan di jalur yang lurus sesuai aturan dan tata norma yang ada, maka hasil yang kita capai menjadi berkah, barokah bukan saja untuk kita pribadi tapi juga untuk keluarga dan masyarakat di sekitar kita.

Rizki yang sedikit, diperoleh dari jalan yang halal akan menjadi berkah. Ini jauh lebih baik daripada rizki berlimpah tapi diperoleh dengan cara tidak halal dan tidak jujur, akan menjadi tidak barokah untuk diri kita dan keluarga.

Mungkin ini pesan yang ingin disampaikan oleh para mPu jaman dulu ketika membabar sebuah pusaka berjuluk "Kebo Lajer" atau Mahesa Lajer.



Foto :
Keris Lurus
Dapur Kebo Lajer
Pamor Slewah (Segara Muncar & Pulo Tirto)
Tangguh : Tuban era Majapahit
Wrangka Gayaman Surakarta Gandar Iras
Pendok Blewah Surakarta
Mendak Parijatha
Jejeran Nunggak Semi Surakarta kayu Kemuning Halus
Panjang Bilah 33,5 Cm.
Panjang disarungkan 50,5 Cm.
Bilah utuh, sepuh, tempa bagus dan merbawani.
Previous
Next Post »