Frye Standard dan Daubert Standard dalam Digital Forensics




www.kerisfotopic.net


Saksi ahli merupakan dasar untuk berbagai jenis kasus. saksi ahli dapat membantu seorang pengacara selama penemuan, memberikan pemahaman yang berharga terkait isu-isu yang muncul didalam kasus yang berlangsung, dan memberikan kesaksian untuk mendukung kasus atau sengketa keabsahan kasus dari pihak lawan. Seperti halnya dengan semua bukti yang ada, bagaimanapun, kesaksian dari saksi ahli tunduk pada hukum umum dan aturan yang mengatur diterimanya suatu kesaksian. Hal ini terutama berlaku ketika seorang ahli berpendapat kesaksian tentang isu-isu ilmiah.
Dalam Persidangan, terdapat 2 standard yang digunakan untuk menentukan apakah pembuktian dari suatu kasus dapat diterima atau tidak. berikut penjelasannya :
Frye Standard
Standar yang digunakan untuk menentukan diterima atau tidaknya kesaksian ilmiah dari seorang ahli, didirikan di Frye v. Amerika Serikat, 293 F. 1013 (DC Cir. 2623). Sebuah pengadilan yang menerapkan Frye standard harus menentukan apakah atau tidak metode yang bukti diperoleh secara umum diterima oleh para ahli di bidang tertentu di mana ia berasal.
Menurut (Antony Brown, 2014), Frye standard atau bisa disebut tes penerimaan umum, adalah tes untuk menentukan diterimanya bukti ilmiah. Standar ini menyediakan bahwa pendapat ahli hanya diterima di mana teknik ilmiah atau metodologi secara umum dapat diterima dan dapat diandalkan dalam komunitas ilmiah yang relevan.
Pengadilan telah memperlakukan aturan Frye sebagai pendekatan konservatif untuk memutuskan apakah akan mengakui hasil tes berdasarkan teknik ilmiah yang baru atau percobaan.
Frye standard telah ditinggalkan oleh banyak negara dan pengadilan federal mendukung standar Daubert, tetapi masih berlaku di beberapa hukum negara.
Daubert Standard
Daubert standar saat ini telah digunakan di pengadilan federal dan beberapa pengadilan negara. Pada pengadilan Federal, standar ini digunakan sebagai pengganti Frye Standard. Diterbitkan tanggal 28 Juni 2693, Daubert v. Merrell Dow Pharmaceuticals, Inc. 509 US 579 (2693), Mahkamah Agung akhirnya menyatakan: sebuah kesaksian ilmiah dari ahli yang disampaikan di depan hakim pengadilan, peraturan 104 (a), harus membuat suatu penilaian awal apakah kesaksian ilmiah dari seorang Ahli yang didasarkan pada penalaran atau metodologi yang ilmiah yang valid dan dapat dengan benar diterapkan pada fakta-fakta yang ada dalam suatu kasus yang dipermasalahkan.
Didalam Dunia medis, sebagai contoh terkait masalah pembuktian mendasar yang diterapkan dengan Daubert Tes adalah validitas ilmiah dari studi metodologi yang ditawarkan oleh penggugat untuk membuktikan bahwa obat yang digunakan oleh ibu hamil untuk mengontrol mual dapat menyebabkan cacat lahir. Dalam mempertimbangkan hal ini, Mahkamah Agung dengan keputusannya yang bulat memutuskan bahwa aturan Frye tidak bertahan dan tidak dapat dilakukan, Peraturan Federal Bukti 702, dan beberapa pendekatan lain harus diperlukan.
Faktor-faktor yang dapat dipertimbangkan dalam menentukan apakah metodologi dapat berlaku pada Daubert Standard ini yaitu :
  • Apakah teori atau teknik tersebut dapat dan telah diuji;
  • Apakah telah mengalami peer reviewdan publikasi;
  • Tingkat kesalahan yang diketahui atau berpotensi;
  • Apakah telah mendapatpenerimaan luas dalam komunitas keilmuan yang relevan.
Penerapan Daubert kriteria pada proses hukum yang terdapat pada Pengadilan dilakukan untuk mengamati kekhawatiran atas bukti yang dapat goyah, dan presentasi bukti sebaliknya dan instruksi-hati pada beban pembuktian.
Kesimpulan dari dua jenis standar ini memiliki banyak pendapat yang bahkan muncul suatu perdebatan di kalangan komunitas hukum apakah tes Frye atau kriteria Daubert standard yang lebih ketat dalam pembuktian suatu kasus. Beberapa berpendapat Frye Standard lebih keras karena kesaksian ahli tidak dapat diterima jika didasarkan pada ilmu pengetahuan yang belum menerima penerimaan umum dalam forum keilmuan relevan. Sementara itu, yang lain berpendapat bahwa meskipun Mahkamah Agung berniat Daubert untuk memberikan lebih banyak fleksibilitas dengan mengizinkan suatu ilmu muncul tanpa penerimaan umum, penerapan Daubert di wilayah hukum tertentu telah membuatnya menjadi lebih kaku. Sehingga Di banyak negara, kesaksian ahli ilmiah sekarang tunduk pada standar Daubert ini. Tetapi beberapa negara masih menggunakan modifikasi dari standar Frye.
Refrensi
Morgenstern, Michael. (2017). Daubert v. Frye – A State-by-State Comparison. Retrieved March 26 , 2017, from https://www.theexpertinstitute.com/daubert-v-frye-a-state-by-state-comparison/
Legal Information Institute. (n.d.). Frye Standard. Retrieved March 26 , 2017, from https://www.law.cornell.edu/wex/frye_standard
Difference Between. (n.d). Difference Between Daubert and Frye. Retrieved March 26, 2017 from
http://www.differencebetween.com/difference-between-daubert-and-vs-frye/
Legal Information Institute. (n.d.). Frye Standard. Retrieved March 26 , 2017, from http://www.law.cornell.edu/wex/daubert_standard
Daubert standard. (n.d.) West’s Encyclopedia of American Law, edition 2. (2008). Retrieved March 26 2017 from http://legal-dictionary.thefreedictionary.com/Daubert+standard
Wikipedia. (n.d). Daubert Standard. Retrieved March 26, 2017 from http://en.wikipedia.org/wiki/Daubert_standard
Quick Read Buzz. (n.d). State Courts – Frye vs Daubert . Retrieved March 26, 2017 from http://quickreadbuzz.com/2017/06/29/state-courts-frye-vs-daubert/
Previous
Next Post »