JARAN GUYANG,


Dalam budaya Tosan Aji, Jaran Guyang (atau yang sering disebut oleh umum sebagai Jaran Goyang), adalah penyebutan untuk dapur keris yang memiliki ricikan Luk 7, gandik polos dengan pijetan dan tikel alis, serta tingil di belakang gonjo. Sebetulnya ada juga penyebutan bahwa dapur Jaran Guyang memiliki Pijetan yang memanjang sampai atas seperti halnya Pulanggeni, tetapi Luk 7. Lepas dari itu, keris Jaran Guyang sering menjadi bahan pembicaraan karena dipercaya bahwa pemiliknya mudah untuk menggaet perempuan.
Dibanding penyebutan Jaran Goyang atau yang dalam bahasa Indonesianya bermakna Kuda yang sedang bergoyang atau menari, saya lebih suka menyebutnya Jaran Guyang atau yang artinya kurang lebih kuda yang diguyang atau dibasuh dengan air. Ini akan terkait dengan makna yang terkandung dalam bilah keris ini.
Jaran, atau kuda adalah sebuah lambang kejantanan, keperkasaan. Tidak sedikit kuda dijadikan sebagai icon. Apapun, dari mulai mobil (si Kuda Jingkrak - Ferarri), sampai pada simbol korp pasukan. Bahkan juga obat2 pembangkit vitalitas pria yang konotasinya adalah kejantanan laki2. Jaran juga melambangkan nafsu yang liar. Bergerak seiring dengan gejolak hasrat, seperti halnya kuda hitam, mustang, yang kesemuanya melambangkan sesuatu yang liar.
Dalam kondisi kekinian, banyak sekali media mendemonstrasikan bagaimana masyarakat telah mengumbar nafsunya. Apapun nafsu itu, seolah2 tidak terkontrol. Nafsu amarah yang tampak pada munculnya banyak kekerasan, nafsu sex sampai ada bapak memperkosa anak2nya, sex bebas, nafsu keduniawian dan keserakahan sehingga memunculkan adanya korupsi, perang, dan sekian banyak nafsu yang telah melingkupi diri manusia. Nafsu merupakan hal yang wajar menempel lekat dalam diri manusia. Hanya jika tidak terkontrol, maka nafsu tersebut akan menjadi sebuah senjata perusak yang sangat canggih dan efisien. Dengan sentilan sedikit nafsu yang melonjak, seseorang akan terjerumus pada keburukan, kenistaan bahkan kehancuran.
Dapur Jaran Guyang ini mengingatkan kita bahwa sudah seharusnya kita sebagai manusia mengguyang, membersihkan nafsu buruk yang melekat pada diri kita. Keserakahan, ambisi berlebihan, iri dengki, bahkan nafsu birahi yang berlebihan, perlu kita turunkan tensinya (lerem). Caranya dengan meningkatkan ibadah, introspeksi diri, meditasi, beramal shadaqah, mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Gusti Kang Akarya Jagad. Apapun caranya, kita masing2 yang lebih memahami, dengan tujuan ngeleremke nafsu. Dengan turunnya tensi atas nafsu, InsyaAllah dunia ini akan lebih trasa damai, tenteram, hidup bisa lebih nikmat dan dari diri sendirilah kita memulai sesuatu yang besar.
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
Noor Arifin
admin
15 September 2017 at 08:29 ×

Assalamualaikum permisi admin hanya sedekar berbagi pengalaman, Awal mula saya mengikuti pesugihan karena usaha saya bangkrut dan saya di lilit hutang hingga mencapai 2Milyar lebih, awalnya saya sempat takut dan bertanya-tanya. Setahu saya yang namanya pesugihan itu pasti akan meminta tumbal seperti nyawa dari salah satu anggota keluarga dan melakukan ritual-ritual tertentu dan hal-hal menakutkan lainnya. Dan sempat bingung ketika membaca di website USTAD UJANG BUSTOMI http://pesugihanjawa69.blogspot.co.id/ apakah iya pesugihan itu memang ada yang tidak memakan tumbal. tapi selama dua hari saya berpikir akhirnya saya bergabung dan menghubungi USTAD UJANG BUSTOMI kata Pak ustad pesugihan yang cocok untuk saya adalah pesugihan penarikan uang ghoib 3 Milyar dengan tumbal hewan, semua petunjuk saya ikuti dan hanya dua hari. Alhamdulilah akhirnya 3M yang saya minta benar benar ada di tangan saya. Perlahan hutang-hutang saya mulai saya lunasi. Dan yang paling penting bisnis keluarga yang saya warisi tidak jadi koleps. Ternyata pesugihan ustad.ujang bustomi berbeda dengan pesugihan yang saya kenal sebelumnya, dan tidak meminta tumbal keluarga, Jika ada teman-teman disini yang sedang kesulitan masalah ekonomi. Saya menyarankan untuk menghubungi USTAD UJANG BUSTOMI di 085215951837 pasti akan di bantu

Congrats bro Noor Arifin you got PERTAMAX...! hehehehe...
Reply
avatar