KINATAH KURA-KURA (Bulus/Penyu),


Banyak sekali motif Kinatah pada gonjo keris, salah satunya yang jarang ditemui adalah Kinatah dengan stilisasi Kura-Kura atau dalam bahasa Jawa disebut Bulus.
Banyak sekali mitologi seputar Kura-Kura ini. Dalam ajaran Hindu, Kurma (Sansekerta: ?????; Kurma) adalah awatara (avatar/penjelmaan) kedua dari dewa Wisnu yang berwujud kura-kura raksasa. Awatara ini muncul pada masa Satyayuga. Menurut kitab Adiparwa, kura-kura tersebut bernama Akupa.
Menurut berbagai kitab Purana, Wisnu mengambil wujud seekor kura-kura (kurma) dan mengapung di lautan susu (Kserasagara atau Kserarnawa). Di dasar laut tersebut konon terdapat harta karun dan tirta amerta yang dapat membuat peminumnya hidup abadi.
Dalam Mitologi Hindu yang lain, api magma sebagai sumber energi Bumi dilukiskan berbentuk kura-kura raksasa. Karena itu disebut BADAWANG NALA. Kata ''badawang'' artinya kura-kura besar dan kata ''nala'' dalam bahasa Sansekerta artinya api. Merupakan sebuah pondasi yang kuat.
Dalam ilmu Feng Sui, Kura-kura adalah simbol perlindungan dan bukan simbol pencarian keuangan namun juga dikenal sebagai simbol keberuntungan. Perlindungan berarti banyak bisa saja kesehatan (biar tetap sehat), karir (biar tetap atau naik), keuangan (biar selalu ada uang), dll. Kura-kura dalam mitologi Feng Shui dikenal sebagai pembawa angka-angka yang tertulis dipunggungnya dan awal mula praktek feng shui Pakua Lo Shu .
Di Masjid Agung Demak yang didirikan oleh para Wali sendiri juga terdapat prasasti yg salah satunya terdapat kura-kura atau bulus. Mengenai kapan masjid ini didirikan ada sejumlah petunjuk. Raden Patah bersama Wali Songo disebut-sebut mendirikan masjid ini dengan memberi prasasti bergambar bulus (sejenis kura- kura). Hal ini sesuai dengan penanda waktu dengan arti Sariro Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka yang terdapat dalam dinding mihrab bagian dalam.
Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka satu (1), kaki empat berarti angka empat (4), badan bulus yang bulat berarti angka nol (0), serta ekor bulus berarti angka satu (1). Dari petunjuk ini bisa disimpulkan, Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka
Dan masih banyak lagi mitologi seputar Kura-kura atau Bulus dalam kehidupan kita. Yang penting apa yg tertuang dalam mitologi itu, kita bisa mengambil manfaat dan hikmahnya bagi kehidupan keseharian kita....
Salaam,
kerisfotopic.net

Previous
Next Post »