Keris Naga Besuki tangguh Sumenep yang dihiasi dengan kinatah Kalimat Syahadat.

235: JURUDEMUNG,
06. Pinurwa kang aran Ganja
Punika kang luwih luhur,
Satuhu-tuhune amung
Allah Subhanahu wata'ala
Tutuping Allah nJeng Rasul
Nabi nayakeng bawana
kakasihira Hyang Agung
07. Mangka nglahiraken tandhanya
Gusti lan kawulanipun
loro-lorone sawujud
lamun ingaran satunggal
lan kakalih estunipun.
(dawuhipun nJeng Suhunan Kalijaga dumateng mPu Ngeksiganda / Ki Nom)

Bahwa Gonjo, yang dalam bilah keris berada di sor-soran (bagian bawah) posisi horizontal dengan bilah keris, adalah sebuah pondasi. Landasan dari cara pandang kita terhadap Keris. Pondasi yang kokoh harus dibangun. Aqidah... keyakinan atas Ketuhanan tidak bisa dikalahkan oleh apapun yang ada di muka bumi, apalagi ciptaan oleh manusia.
Memahami keris, dari sisi apapun, tetap harus menomorsatukan aqidah. Keyakinan bahwa segala sesuatu hanyalah dari dan milik Allah. Tidak ada kuasa seorang manusiapun tanpa ada izin dari Allah Swt. Keyakinan atas Allah yang Esa dan Nabi sebagai Rasulallah itu adalah utama. Sedikit saja kita menyimpang, maka kita akan mengorbankan aqidah.
Oleh sebab itu, mengkoleksi keris harus tetap menempatkan posisi Tuhan diatas segalanya. Keris hanyalah ciptaan manusia yang tidak bisa hidup atau menghidupi, tidak bisa membuat kutukan, tidak bisa dimintai pertolongan. Semua itu datangnya dari Tuhan Yang Maha Kuasa.... pemilik kuasa atas segala kuasa di muka bumi dan di akhirat nanti. Jangan sampai kita mengkoleksi keris lantas melupakan dan mengorbankan aqidah. Jangan sampai terlalu berlebihan meyakini kekuatan keris atau sisi mistis sebilah pusaka. Batasan ini bisa saja setipis helai rambut, oleh karenanya harus hati2 dan cerdas dalam menyikapinya.
Mistisme atau kalau tidak mau dikata bisa diganti dengan mempercayai hal yang Ghaib adalah wajib, ini jelas2 ada dalam Al Baqarah. Seberapa jauh dan seberapa luas kita mempercayai hal yg Ghaib, sangat tidak terbatas. Tetapi semua itu adalah dari Allah. Kepercayaan berlebihan pada kebendaan akan membutakan mata hati kita.....
GANJA, juga merupakan sebuah kesatuan dengan bilah keris yang tidak dapat dipisahkan. Manunggal, sinergi. Tuhan dengan Makhluk (dikatakan bahwa Allah akan bisa berada sedekat mungkin seperti dalam alur nadi manusia), sebegitu dekatnya dan menyatu. Demikian manusia, harus selalu berusaha mensinergikan dirinya dengan Tuhan dengan bekal ketakwaan yang pada akhirnya nanti akan menyatu (berujung pada panetes). Dikatakan "manunggaling kawula marang Gusti". Seperti halnya sang mPu ketika membabar pusaka, dia akan berusaha mensinergikan alam pikir dan jiwanya dengan Tuhan melalui laku tapa brata, puasa, nyemedi, ngibadah.... Semua dilakukan dengan harapan mendapat berkah dan rahmat dari Tuhan YAng Maha Kuasa. Oleh karena itu, Keris sebenarnya merupakan Berkah Tuhan, bukan keris itu sendiri yang memiliki kuasa.
Salaam,
Foto: Bagian Bawah Gonjo Keris Naga Besuki tangguh Sumenep yang dihiasi dengan kinatah Kalimat Syahadat.
kerisfotopic.net

Previous
Next Post »