KEMBANG KACANG,

KEMBANG KACANG,
PUPUH 235 : JURUDEMUNG,
Kembang Kacang maknanira
Gunung Tursina satuhu
kang ngawruhi lakunipun
lumebu mang medalira
ing napas kang met irung
dadya tandhaning kawula
lawan Gustinira
Demikian sebait tembang dari PUPUH 235 dalam Serat Centhini. Singkatnya mengingatkan bahwa setiap tarikan nafas kita adalah sebuah bentuk hubungan antara manusia dengan Tuhan. Berkah Tuhan yg harus selalu kita syukuri. Monggo rekan lain menterjemahkan dan memaknainya dengan lebih luas.
Disamping itu, saya pernah menemui Keris dengan Kembang Kacang yg agak berbeda dengan umumnya Kembang Kacang. Pada bagian dalam Kembang Kacang tersebut terdapat gethakan atau cekungan seperti Greneng tapi lancip. Perhatikan detail foto. Terlihat sebelah kiri lengkungan langsam, tanpa ada gethakan, sedangkan sebelah kanan ada cekungan di bagian dalam lengkungan Kembang Kacang. 2 kali saya menemukannya. Lantas ada lagi Kembang Kacang yang bentuk gandiknya seperti Gajah (ada di bagian foto saya yg lain), apakah memang sebetulnya ada perbedaan penyebutan antara Telale Gajah (dengan bentuk Gandik yang seolah2 ada tonjolan seperti dahi gajah?) dengan Kembang Kacang yang hanya melengkung langsam seperti pada foto ini dengan berbagai variannya ?

kerisfotopic.net

Previous
Next Post »