Sekedar nulis.....

Sekedar nulis.....
Ternyata bisa juga, seiring dengan waktu..tekanan berbagai kepentingan individu, dan entah faktor lainnya.... sebuah organisasi yang awalnya didirikan dengan semangat partisipatif, pemberdayaan dan bertujuan menggerakkan partisipasi aktif anggotanya berubah menjadi sebuah organisasi elitis, exclusive, dan bahkan akan mengkooptasi kebebasan lokal.
Gaya kepemimpinan Ndoro-Abdi semakin kental ketika para pemimpinnya sudah terbiasa menjadi penggede yg setiap katanya menjadi sabda pandita ratu. Sedangkan para abdi yg mungkin karena ada kepentingan pribadi, ingin dianggep, lantas tampil dengan ndunuk2, sendiko dawuh pada setiap titah para penggede tanpa berpikir panjang apa yg disampaikan para penggede itu benar atau salah, masih mengikuti semangat partisipatory atau tidak.
Mungkin ... karena merasa mampu memberikan sumbangan materi, lantas merasa berhak mengatur sana sini. Merasa memiliki otoritas penuh atas tiap2 daerah otonom. Seperti gaya IMF dulu ketika mengucurkan pinjaman ke Indonesia. Merasa menjadi dewa penyelamat..... Dan semua wilayah perdikan harus mau tunduk dan masuk dalam lingkupnya.
Mungkin ini semua tidak disadari karena sudah merasa nyaman dengan keadaan, tanpa melihat kondisi apa yg sebenarnya di lapangan. Menutup mata. Yg penting bisa ndompleng terkenal.
Jika ini yg terjadi, maka semangat partisipatif yg menjadi landasan awal, dan semangat pemberdayaan yg ingin diupayakan akan sirna. Menguap oleh ulah para penjilat yg ingin ndompleng terkenal tanpa mau becermin apakah dirinya punya kapasitas, kapabilitas dan kredibilitas. Sepertinya memang hal itu gak penting.
HHmmm.... kita tunggu saja semoga suatu saat nanti bisa berubah kembali dan menyadari bahwa pola, strategi dan arah harus dikembalikan seperti semangat awalnya dulu..... Entah mungkin baru 5 tahun lagi...
keris

Previous
Next Post »