KERIS PUTHUT,


Pertama aku lihat keris ini, yg ada dipikiran ku adalah "Primitif". Bukan lagi unik, tetapi lebih jauh dari itu. Kesanya kita dikembalikan pada sebuah jaman dimana bentuk2, stilisasi manusia yang diguratkan oleh pembuatnya telah mampu menembus sekat2 ruang. Mengapa begitu ? Jika kita amati berbagai totem di Suku Indian baik dari Amerika, Peru, Brazil, Mexico dan lainnya, bentuk stilisasi manusia yang sedang duduk bersimpuh sangat mirip dengan dangangan keris ini. Dan ketika kita masuk ke wilayah Kalimantan, Irian dan suku2 lainnya di Nusantara, bentuknya pun ada kemiripan. Memang masing2 memiliki detail karakteristik yg berbeda, tetapi ada kemiripan diantara satu dengan lainnya.
Nah, lantas kira2 apa maksud dari si pembuat keris dengan bentuk danganan seperti ini ? Apakah ingin menunjukkan suatu bentuk awal manusia yang bersimpuh dalam kandungan, sebuah bentuk kesucian (fitrah) ? Sebuah pengejawantahan dari pengharapan dan doa (munajat) kepada Shang Hyang Tunggal, Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana makna dari "Puthut" itu sendiri yg merupakan bagian dari masyarakat padepokan menekuni berbagai ajaran dari sang Pandita ? Yang jelas bukan sebuah stilisasi dari orang yang sedang nongkrong meratapi nasib karena sering tertimpa masalah, hehehe....
Jika sebagai sebuah pelengkap sesaji (Jawa = Ubo Rampe), memang keris2 seperti ini cukup sesuai karena ada hubungannya dengan sebuah pengharapan dan doa serta bermakna kesucian jiwa. Dan Jika digunakan sebagai sebuah pusaka yang memiliki makna, maka ia pun cocok karena sesungguhnya manusia tidak akan pernah lepas dari sebuah pengharapan dan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dan jikapun dikoleksi saja, maka keris seperti ini cukup menarik karena unik dan tidak banyak dijumpai. Walhasil, wrangka Sandang Walikat dari bahan Kayu Cendana wangi saya rasa cocok digunakan untuk menutup bilah keris ini .Silahkan jika ada pendapat.... 

kerisfotopic.net

Previous
Next Post »