ANTUSIASME MASYARAKAT PERKERISAN,

kerisfotopic.net

Diluar dugaan, ternyata antusiasme masyarakat perkerisan cukup besar utk berpartisipasi pada Lomba & Pameran Estetika Keris di Jogjakarta (tgl 21-25 Sept 2011) nanti. Mungkin karena memang acara ini baru pertama kali diselenggarakan, atau bisa jadi partisipasi masyarakat perkerisan memang semakin meningkat. Perhitungan antara jumlah keris yg sudah didaftarkan dengan show case yg disediakan panitia telah mencukupi.
Begitu besarnya sambutan teman2 perkerisan ini menunjukkan adanya kesadaran bahwa sesungguhnya pemahaman dan penilaian atas estetika sebilah keris cukup penting. Estetika terkait dengan kepekaan seseorang terhadap nilai seni dan keindahan. Dan memang hal tersebut sangat lekat pada budaya keris.
Sebenarnya kita pribadi2 dan atau ketika kumpul beberapa teman, kita sudah melakukan penilaian atas estetika keris yg kita lihat, kita miliki dan sedang kita pegang. Kita juga mendiskusikannya, dan akhirnya kita bisa mengatakan ada keris garap, kurang garap, wangun, kurang wangun, pantes dan kurang pantes. Penilaian disini BUKAN dalam arti Benar atau Salah, tetapi lebih pada nilai2 indah dan kurang indah, wangun atau kurang wangun. Masing2 masih memiliki nilai kebenaran karena itu terkait dengan sebuah pemahaman dan wawasan seseorang.
Karena itu, Lomba ini bukan mencari benar dan salah, oleh karenanya tidak ada yg dipersalahkan nantinya. Semua keris2 yg didaftarkan sungguh menarik dan bagus2. Tetapi nanti akan muncul keris yg memuat nilai2 estetis lebih bagus dari lainnya. Dan kitapun harus legowo menerima apa yg telah menjadi keputusan dewan juri nanti.
Juri telah memiliki patokan atas kaidah2, indikator serta semua memiliki wawasan yg sangat bagus terhadap budaya keris. Tidak diragukan lagi, semua juri memiliki kredibilitas dan jam terbang cukup panjang di dunia perkerisan. Mereka juga telah melihat sangat banyak keris2 yg bagus dalam proses kehidupan mereka. Karena itu kita masing2 nantinya harus bisa mawas diri, becermin pada pribadi masing2 jika ternyata keputusan Dewan Juri tidak sesuai harapan atau estimasi kita. Mari kita junjung tinggi keputusan dewan juri sebagai keputusan mutlak yg tidak dapat diganggu gugat. Dan kita nikmati bersama pagelaran ini untuk menambah wawasan kita masing2 atas sebuah budaya Tanah Air.
Demikian pula Panitia. Semua telah bekerja keras siang malam demi terselenggaranya event besar ini. Tak kurang tenaga dan biaya tersedot utk kepanitiaan. Lelah memang, tetapi kata teman2 sangat mengasyikkan. Sungguh, pengorbanan panitia cukup besar. Dan untuk itu, mari kita hormati jerih payah panitia. Apapun yg nanti berjalan, merupakan capaian optimal yg bisa dilakukan panitia. Tentu ada kekurangan di sana sini, dimana semua itu akan menjadi suatu koreksi bagi penyelenggaraan acara serupa di tahun2 mendatang.
Sebetulnya hal utama yg menjadi dasar penyelenggaraan pagelaran ini adalah keinginan teman2 Mertikarta untuk menyambut bulan SYAWAL. Jadi yg terpenting adalah kita bisa menjalin tali SILATURAHMI antar sesama masyarakat perkerisan. Halal bi Halal, gojeg gayeng, bertukar pikiran dan kegiatan produktif lainnya. Nanti di lokasi akan banyak ruang untuk hal ini. Jadi mari kita hadiri pagelaran ini dengan semangat kebersamaan, guyub ruku agawe santosa benar2 kita implementasikan, bukan sekedar slogan.
Salaam,

Previous
Next Post »