WARANGKA LADRANG CAPU,


Terdapat beberapa Warangka / Wrangka Ladrang gaya Solo yang diantara masing2 wanda sulit dibedakan. Semisal antara Kadipaten, Kasatriyan, dan Kadipaten Sepuh, karena bentuknya mirip. Tetapi ada Wrangka Ladrang Solo yang dengan mudah bisa dibedakan dari yang lain, yaitu Wrangka Ladrang Capu dan Kacir. Kedua Wrangka ini bentuknya unik dan agak susah dibuat. Susah dibuat bukan berarti tidak bisa dibikin, tetapi untuk saat ini, menemukan penggarap wrangka Ladrang Kacir ataupun Capu yang bener2 hasilnya bisa "pas" atau pakem sangat susah. Pembuatan keris, dan juga wrangka, tidak ada istilah "selisih sedikit". Karena selisih beberapa milimeter saja bisa membuat kurang enak dipandang. Detail dan presisi, itu yang dibutuhkan dalam penggarapan bilah keris ataupun wrangka.
Foto diatas adalah wrangka lama dengan gaya Ladrang Capu Surakarta gandar iras dari bahan kayu cendana wangi. Sudah sulit diperoleh untuk wrangka lama seperti ini dibandingkan dengan wrangka ladrang lainnya. Apalagi diikuti dengan keris yang juga sudah lama di set dengan wrangka ini (gawan lawas). Salah satu ciri lagi bahwa wrangka di atas adalah buatan lama, selain dari bahan dan bentuknya, juga pada bagian angkup (lengkungan depan) tidak ada kruwingan.
Menggunakan pendok blewah Surakarta buatan lama berbahan Swasa dengan motif Lung Kertas serta deder (Jejeran) gaya Solo dari bahan kayu Tayuman buatan lama dipadu dengan mendak Robyong dari bahan emas mata berlian yang juga buatan lama. Memang dengan paduan pendok dari bahan swasa dan mendak dari bahan emas kesannya mewah, tetapi secara keseluruhan tetap elegan, tidak terlalu gebyar tetapi enak dipandang.
Demikianlah Wrangka... banyak variasinya. Tetapi tetap kita harus bisa memilih wrangka2 yang benar2 pas dan layak disandangkan dengan keris agar bisa mengangkat kawibawan sebilah pusaka.
Salaam,
kerisfotopic.net

Previous
Next Post »