TRISULA,


Dari beberapa melihat, Trisula sering dipajang dalam ruang besar seperti Pendapa atau Pringgitan. Entah di beberapa tempat terutama Keraton apakah juga demikian.. yg jelas Trisula memiliki karakter khas dari tumbak2 yg lain. Memiliki 3 mata bilah di sisi kanan-kiri dan tengah. Bentuknya ada bermacam2 dari mulai yang lurus, bilah membulat, berlekuk dsb.
Sejarah Trisula ini sangat panjang. Jika kita melihat dewa Romawi kuno seperti Poseidon yang bertugas untuk melindungi lautan. Mengatur laut dari bawah permukaan laut. Dia menciptakan gelombang-gelombang laut, serta angin bahkan badai di laut. Dewa Poseidon dikenla pula sebagai Dewa Neptunus, juga membekali dirinya dengan Trisula. Bethara Guru pada beberapa tampilan juga memegang Trisula. Demikian juga dengan Shiwa dalam beberapa penampakan juga membawa Trisula. Dan entah Dewa atau Ksatria siapa lagi yg menggunakan Trisula sebagai pusaka pegangannya.
Dari berbagai artefak yg ada, entah semenjak kapan Trisula sudah ada. Jika melihat patung2 Dewa yunani, tentunya sebelum masehi bentyuk Trisula ini sudah ada, demikian pula pada Dynasti China sebelum masehi, juga ada artefak berbentuk Trisula.
Lepas dari itu, Trisula yang memiliki tiga lajur bilah (Kiri-Kanan-Tengah) bisa saja melambangkan sebuah Kebijaksanaan dan Keadilan. Dalam membuat kebijakan, seseorang tidak boleh grusa grusu (tergesa2). Sebelumnya harus menimbang kiri-kanan, memikirkan keadilan antara sisi yg satu dengan yg lain, lantas bilah di bagian tengah yg lebih tinggi dari kanan-kiri melambangkan keputusan yg diambil harus tegas, adil, lurus dan diniatkan untuk kebaikan bersama. Bijaksana dan Adil dalam membuat sebuah kebijakan. Oleh sebab itu tidaklah salah jika trisula ditempatkan di sebuah pendopo agung.
Selanjutnya monggo rekan2 menambahkan mengenai artefak, pengaruh dan makna dari Trisula ini.
(Foto : Sepasang trisula)
Previous
Next Post »