SINAU BESUTAN (BAB GANDIK - PART I),

kerisfotopic.net

Saya amati beberapa kali, dalam foto2 yang saya lihat, tampak ada beberapa keris dengan Kembang Kacang yang mungkin sudah putus/pugut terlampau banyak, akhirnya dikepras atau sengaja dipotong dan dirombak seolah2 keris tersebut sebelumnya memang tidak memiliki Kembang Kacang. Alhasil, keris tersebut bagi yang sudah memahami komposisi bentuk keris, akan terkesan wagu atau kurang enak dipandang walaupun bentuknya bagus atau besinya ditempa bagus.
Untuk itu mari sejenak mengamati detail keris2 koleksi kita. Silahkan kumpulkan keris2 yang gandiknya polos tidak memiliki kembang kacang, tetapi memiliki Tikel Alis (misal : Tilam Upih, Jalak, Tilamsari dsb), lantas juga kumpulkan keris2 yang memiliki Kembang Kacang dan juga memiliki Tikel Alis (misal: Sengkelat, Sabuk Inten, Panimbal dll). Bandingkan bentuk Tikel alisnya. Maka kita akan menemui :
1) Keris2 yang tidak memiliki Kembang Kacang, maka Tikel Alisnya cenderung membulat (budel) di bagian ujungnya (yang ke gandik). Ada yang sampai nabrak gandik dan ada pula yang seolah tikel alis lepas dari gandik di bagian atas tapi tetap membulat bentuknya.
2) Keris2 yang memiKembang Kacang, bentuk gandik cenderung lancip dengan posisi lancip ini hampir bersinggungan dengan bagian bawah kembang kacang. Pada keris2 era Mataram, Tikel Alis akan cenderung membentuk kotak dengan sisi lancip hampir bersinggungan dengan lengkung pijetan.
3) Kedua tipe keris tersebut, antara sisi depan dengan sisi belakang komposisinya sesuai atau cenderung lebar sama ditarik dari poros sjanur / tengah sogokan).

Nah, sekarang bagaimana jika kita berandai2 dengan gambar untuk keris2 yang seharusnya ada kembang Kacang, yang karena pugut/putus cukup parah lantas dikepras sekalian, dibuat seolah2 keris tersebut tidak memiliki Kembang Kacang. Maka yang kita temukan adalah :
1) Bentuk Tikel Alis akan cenderung lancip dan bahkan ujung lancipnya berposisi di ujung atas gandik. Karena Tikel Alis keris dengan Kembang Kacang memang cenderung lancip bentuk ujungnya.
2) Tebal gandik bagian atas dengan bagian bawah yang dekat Gonjo tidak simetris (lebih tipis bagian atas). Kalaupun gandik diratakan, akan terkesan tipis, tidak sebanding dengan bentuk kerisnya.
3) Lebar bilah dibagian atas gandik akan tidak sesuai dengan bagian belakang. Akan lebih sempit bagian depan jika ditarik dari poros tengah keris atau dari janur (tengah sogokan).
4) Biasanya bagian wadidang dan gonjo belakang akan dikepras untuk menyesuaikan bentuk bilah depan yang sudah dirombak. Ini akan menghasilkan pamor nabrak di bagian wadidang. Atau pamor yang terlalu dekat dengan sisi tepi wadidang.
Kondisi di atas, bagi yang sudah memahami bentuk keris yang Wangun/Garap akan bisa dengan mudah dipahami. Tetapi akan lain jika kita kurang detail dalam memahami proporsi bentuk bilah dan ricikan, maka akan dengan mudah terkecoh dengan keris2 yang sudah dirombak seperti itu. Oleh sebab itu, mari kita perhatikan detail keris2 yang sudah kita koleksi agar bisa lebih memahami karakter garap. Semoga bermanfaat.

(Foto: Perbandingan Keris dengan kembang Kacang dan Tidak serta Keris yang sudah dirombak)
Previous
Next Post »