NYI MBOK SOMBRO

NYI MBOK SOMBRO Masa Kini dari Singosari,
Sekitar abad ke 10, ada seorang mPu perempuan yg tercatat dalam literatur kuno bernama Nyi Mbok Sombro. Beliau berasal dari tlatah Pajajaran. Banyak cerita berkembang di masyarakat mengenai kehebatan mPu wanita ini. Mampu membabar keris yang walaupun umumnya terkesan sederhana, tetapi besinya padat ngelempung karena wasuhan bagus dan dibuat dari besi2 pilihan.
Pada hidupnya, Nyi Mbok Sombro hijrah ke tlatah Tuban dan menurunkan generasi mPu di sana.
Saat ini, belum ada lagi seorang mPu perempuan yang juga membabar keris. Tetapi ada seorang pande perempuan dari tlatah Singosari bernama Sumani. Janda berusia 59 tahun dengan 3 orang anak itu telah melakukan pekerjaan sebagai pande besi semenjak 8 tahun lalu. Pekerjaan itu dilakukan ketika suaminya mulai terserang stroke dan meninggal 15 bulan yang lalu. Sementara 3 orang anaknya kurang memperhatikan Sumani. Tetapi karena kegigihan dan keinginannya untuk tetap bisa mandiri, maka Sumani tak segan2 melakukan pekerjaan kasar dan berat tersebut demi kelangsungan hidup
Nenek dengan 9 cucu yang kini tinggal di Jl. Anusapati 68, desa Candirenggo - Singosari itu telah mempelajari seni tempa dari suaminya yang memang seorang pande besi untuk alat2 rumah tangga dan alat2 pertanian seperti pisau, boding (sejenis pisau besar), sabit, cangkul dan sebagainya. Walaupun hasil peralatan yang dibuat tidak seindah buatan suaminya, tetapi Sumani telah mampu menghasilkan banyak peralatan dari seni tempa yang kemudian dijualnya.
(Foto: Sumani, 59 tahun, pande besi perempuan dari Singosari)
Previous
Next Post »