MENDHAK,


MENDHAK,

adalah sebuah hiasan (perabot) keris yang letaknya berada diantara Gonjo Keris dan Deder (Handle). Dijepit antara Kuasa kita sebagai manusia (Deder) dan Tosan yang bisa kita gunakan untuk maksud apa saja (Keris). Bentuknya seperti cincin dan umumnya diberi hiasan berupa manik-manik dari bahan logam yang sama, atau bahkan ada yang berhias batu permata. Mendhak ini merupakan pemanis dari Deder dan keris itu sendiri agar tampil lebih cantik.
Mendak dalam bahasa Jawa adalah merendahkan diri (hati) atau menundukkan hati. Merupakan bekal dari rasa ‘”Tepa Slira”. Makna ini sepertinya juga sesuai dengan penempatan Mendhak itu sendiri, yaitu diantara kuasa kita dan alat yang bisa kita gunakan untuk apa saja. Tanpa adanya kerendahan hati dan kelapangan jiwa, tentu berbagai alat dan senjata bisa kita gunakan untuk tujuan yang tidak menentu. Hanya memenuhi tuntutan nafsu tanpa ada saringan apapun juga. Tetapi sebaliknya, jika kita bisa merendahkan hati dan tawadhu’, tentu berbagai nafsu tersebut bisa ditepiskan ketika kita akan memanfaatkan sesuatu. Dan bisa jadi, ini adalah makna mendhak yang dari aspek fisik wujudnya sangat kecil tetapi sebenarnya memiliki makna yang besar.
(Foto : Mendhak Surakarta)
Previous
Next Post »