KINATAH,


Dalam budaya Tosan Aji terdapat istilah Kinatah, yaitu digunakan untuk menyebut bilah tosan aji yang diberi motif hias berlapis emas. Bisa berbagai ragam bentuk relief maupun lung2an. Ada yg berupa motif bunga, daun, sulur dan stylisasi binatang seperti Singa, Naga dan sebagainya.
Ada tujuan estetis, simbolis dan spirituil yg melandasi pembuatan kinatah ini. Harapan spirituil dilambangkan dalam bentuk2 yg diinginkan. Juga merupakan sebuah simbolisme masyarakat jaman dulu. Bisa juga sebagai manifestasi dari perwatakan pemesan/pemilik, status sosial dan pangkat seseorang, serta pengaruhnya dalam masyarakat.
Emas, dipandang sebagai logam mulia dan layak dipadukan dalam Tosan Aji sebagai upaya untuk memperindah dan memberikan penghormatan terhadap tosan aji yg dimiliki. Semenjak jaman dulu, emas merupakan simbol status. Sebut saja semenjak jaman Mesir Kuno, Indian Amerika Latin, China dan di Indonesia sendiri, emas menjadi sebuah simbol status sosial dan derajad dari si pemilik. Pada kalangan tertentu ada pula yang kurang menyukai emas dengan berbagai alasan.
Kinatah itu sendiri banyak ditemui pada berbagai produk tempa, dari mulai keris, tumbak, pedang, pisau (dagger) dan sebagainya. Pernah saya baca buku berjudul "Beowulf" yg diterjemahkan oleh Seamus Heaney, puisi yg lantas dikembangkan menjadi sebuah tulisan analitis perjuangan masyarakat Anglo-Saxon atau Inggris kuno, terdapat foto beberapa tumbak yg diestimasi dibuat pada abad ke 3 sampai 6, menggunakan hiasan emas dan perak pada bilahnya (kinatah). Dengan demikian, Kinatah ini sudah dibuat semenjak jaman dulu dan memberikan pengaruh luas. Di Indonesia, kinatah pada tosan aji ditemui pada keris2 tangguh Kediri, Singosari dan Majapahit yg lantas terus dikembangkan pada jaman Mataram hingga pada keris2 Kamardhikan.
Kualitas kinatahpun bervariasi, ada yg halus, ada yg tebal, ada yg sinarasah yg rata dsb. Motifnya juga bervariasi tergantung kedaerahan dan tangguh masing2 tosan aji yg diberi hiasan emas. Membedakan mana kinatah Majapahit dan mana Mataram sungguh sulit karena harus paham pola ukir. Demikian pula membedakan kinatah buatan baru dan lama juga harus memahami pola penempelan emas dan pola hiasannya.

(Foto : Keris Luk 5 dapur Singo Barong pamor Wos Wutah kinatah Wedana Sanga tangguh Mataram)
Previous
Next Post »