Kinatah motif Gajah Singo era Mataram Sultan Agung

KINATAH - GAJAH SINGO,
Kinatah dalam budaya keris adalah penyebutan hiasan emas yang timbul di atas permukaan bilah keris. Dengan demikian, emas dipasang seolah mengambang di atas permukaan bilah sehingga bentuknya menjadi 3 dimensi.
Ada berbagai motif kinatah, salah satunya dengan gambaran Gajah dan Singa dibagian bawah gonjo keris, diselimuti dengan motif bunga (floral motif). Kinatah ini merupakan pertanda jaman, dimana pada suatu masa Sultan Agung Hanyakrakusuma mampu menumpas pemberontakan Adipati Pergola di wilayah Pati. Dari keberhasilan menumpas pemberontakan Pergola tersebut, maka para Senopati dan prajurit yang berjasa diberi kinatah dengan motif Gajah Singo ini.
Motif Gajah Singo ini bukannya tidak memiliki maksud. Dalam Sengkalan, Gajah dilambangkan dengan angka 8, dan Singo melambangkan angka 5. Curiga atau keris melambangkan angka 5 dan Tunggal = 1. Dengan demikian, Kinatah ini lantas dibaca : Gajah Singo Keris Tunggal yang melambangkan angka tahun 1558 Kalender Jawa.
Berbicara mengenai bentuk kinatah, pada foto ini merupakan salah satu kinatah yang mencirikan ke-khas-an kinatah era Mataram Sultan Agung. Emas menempel mengambang dengan bentuk Gajah & Singa serta bunga yang luwes dan memiliki pecahan halus. Bisa digunakan sebagai pedoman dalam memilih kinatah orisinil era Mataram Sultan Agung. Dengan begitu banyaknya keris berkinatah, kita harus benar2 jeli mengestimasi dan membedakan kinatah berdasarkan jaman. Kinatah era Singosari dan Majapahit awal akan berbeda dengan kinatah era Majapahit akhir, demikian pula kinatah era Mataram Sultan Agung dan Amangkurat, akan berbeda dengan kinatah era Surakarta Paku Buwana dan Jogjakarta Hamengku Buwana. Demikian pula kinatah baru, akan terlihat berbeda antara kinatah buatan Solo, Jogja dan Madura. Kinatah buatan baru yang dipasang pada keris tua/lama dengan bentuk yang seolah2 banyak lepas pun akan bisa dibedakan oleh mereka2 yang sudah memahaminya. Tapi tentunya kemampuan untuk membedakan kinatah ini berdasarkan jaman akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Perlu kejelian, keseringan melihat dan titen atau kemampuan mengingat/record atas semua pengalaman.
Salaam,
MH.
(Foto: Kinatah motif Gajah Singo era Mataram Sultan Agung)

Previous
Next Post »