Keris tangguh Sumenep

KERIS MADURA,
Perkembangan keris Madura, khususnya di wilayah Sumenep mulai terlihat semenjak jaman Majapahit. Sebut saja mPu Ki Koso, Ki Kodok, yang dikenal pada era Majapahit, telah berkiprah membabar pusaka di Sumenep Madura. Pada pemerintahan Joko Tole, para mPu Keris berpusat di wilayah Banasareh. Perkembangan ini terus berlanjut ke generasi selanjutnya seperti mPu Tresnogati & Yudhogati dari wilayah Pandean di era Panembahan Somala telah meneruskan tradisi membabar pusaka di Sumenep.
Lantas di abad 19 sampai awal abad 20, pada pemerintahan Sultan Abdurrahman, para mPu masih juga berkreasi di daerah Karang Due' seperti Ki Murkali yang juga dikenal sebagai Ki Gung Macan, Ki Carren & Ki Mbrumbung di wilayah Pajagalan. Selain itu masih banyak para mPu Madura seperti Ki Citranala di 'Themala, Ki Banuayu, Ki Abdullah di Batu Ampar - Gading, Ki Aria Padenan di wilayah Karang Due' Temor yang telah membabar pusaka dengan gaya & karakteristik masing2. Sampai pada akhirnya mPu Madura seperti Bejreguna atau Brajaguna, Brajasentika dan lainnya hijrah ke tlatah Mataram untuk meneruskan tradisi penempaan pusaka disana dan menjadi salah satu mPu terkenal di era pemerintahan Paku Buwana.
Bahkan, sampai sekarangpun masyarakat Sumenep masih meneruskan tradisi membabar pusaka yang berpusat di wilayah Lentheng Barat untuk para pande dan di Aeng Tong-tong, Palongan, Talang, Bluto dan desa2 disekitarnya. Keris2 buatan baru dari daerah ini banyak juga diminati dan dikoleksi oleh para kolektor keris karena berbagai alasan.
Demikian panjangnya sejarah perkerisan di Madura, khususnya di Sumenep menjadikan keris2 Madura banyak diminati oleh masyarakat Perkerisan. Bukan saja karena sejarah panjangnya, tetapi juga seni tempa dan pamor yang sangat atraktif. Banyak keris2 dengan pamor Miring dihasilkan dari Sumenep, seperti pamor Ron Genduru, Bulu Ayam, Dadung Muntir, Lar Gangsir dan sebagainya. Bukan saja sekedar pamor Miring, tetapi pamor yang hasilnya tertata rapi.
(Keris tangguh Sumenep)
Previous
Next Post »