keris sajen

Keris Sajen dengan bentuk Puthut pada gagangnya yang menyatu dengan bagian bilah, dalam ukuran kecil... pada jaman dahulu sering digunakan sebagai salah satu pelengkap ritual religius ataupun upacara ritual tradisional. Salah satunya dalam upacara sedekah Bumi pasca panen dan juga bersih desa.
Ini kita bisa melihat betapa masyarakat kita pada jaman dahulu sangat sadar atas rasa syukur. Ucapan terima kasih kepada Tuhan yang menciptakan Bumi disampaikan melalui MAKNA SIMBOLIS dengan memberikan sesuatu yang murni yang dipandang pusaka (Disimbolkan dengan Keris) serta berbagai ubo rampe lainnya dalam bentuk sesaji sebagai ungkapan rasa syukur.
Bumi dipandang sebagai mitra yang harus terus dijaga hubungannya dengan kehidupan manusia. bukan eksploitasi tetapi mutual simbiosis, bukan menguasai tetapi bermitra. Tidak hanya ingin mendapat sesuatu dari bumi, tetapi juga memberikan apa yang kita punya. Jalinan ini yang saat ini tidak pernah lagi dijaga sehingga timbul berbagai upaya pengerusakan lingkungan, hutan, gunung, sungai dsb....
Potret masyarakat modern yang katanya lebih paham nilai2, norma2 dan aturan2, tetapi dalam prakteknya lebih jahanam dibandingkan dengan masyarakat kita jaman dulu yang dicap sebagai masyarakat tradisional, udik, kuno dsb.
Previous
Next Post »