KERIS PASUNDAN,

KERIS PASUNDAN,

Sejarah Pasundan sebetulnya sangat panjang. Sebut saja semenjak kerajaan Taruma dengan rajanya bernama Purnnawarmma sebagaimana tertuang dalam prasasti2 pertama yang diketemukan di daerah Pasundan sebelah utara (dekat Jakarta & Bogor) dan ke barat di daerah Lebak berjumlah 5 buah yang membentuk rangkaian yang tampaknya koheren. Prasasti tersebut dibuat dalam bahasa Sansekerta dan ditatah di atas batu karang besar bertuliskan Pallawa yang menandakan pembuatannya dilakukan pada abad ke 5. Barulah di Jawa Tengah selang 3 abad setelah pembuatan prasasti Pasundan muncul prasasti yang lain.
Dari secuil ulasan di atas menunjukkan betapa panjang sejarah Pasundan semenjak kerajaan yang kita kenal sebagai Taruma (Taruma Negara) memunculkan sejarah kerajaan ataupun kasultanan setelahnya seperti Paguhan, Galuh, Pajajaran, sampai pada era Mataram muncul Cirebon, Banten dan sebagainya. Tetapi sayang sekali sejarah panjang ini tidak secara langsung berpaut dengan pengungkapan sejarah keris Pasundan.
Keris2 Pasundan yang dikenal saat ini masih berkutat pada tangguh Pajajaran, Segaluh, Cirebon, dan Tegal (era abad ke 14-17). Banten sebagai Kasultanan tidaklah disebut karena merupakan kesatuan dengan Cirebon. Sampai saat ini kita belum memperoleh bukti2 otentik terutama hasil penemuan artefak2 kuno baik di prasasti, candi ataupun manuskrip kuno mengenai keris Taruma Negara (abad ke 5, Galuh puba, Kalingga & bisa saja beberapa kerajaan lain di era sebelum abad ke 8).
Mungkin dari sini sudah saatnya pengkaji budaya keris mulai memberikan tembusan2 kepada para arkeolog, peneliti sejarah agar memberikan informasi manakala ditemukan situs kuno yang ternyata pada saat penggalian menemukan artefak2 berupa keris, senjata tikam ataupun senjata lainnya sehingga kita pekeris bisa turut "melek", terbuka mata terhadap penangguhan yang sepertinya saat ini kian hari kian kering kajian.


(Foto : Keris Sempaner Pamor Sumsum Buron Tangguh Segaluh)
Previous
Next Post »