Keris karya mpu sukamdi

kerisfotopic.net
Salah satu lagi keris karya mPu Ki Sukamdi, seorang mPu dari Surakarta yang memiliki talenta sangat bagus dalam penggarapan bilah keris & olah racikan besi. Perkenalannya dengan keris diawali dengan pencarian secara pribadi dan lebih ke spirituil. Otodidak, demikianlah Ki Sukamdi mulai menorehkan keahliannya dalam membangun besi tempa menjadi bilah keris.
Beberapa pengalaman spirituilpun telah dialaminya.
Baik oleh dirinya sendiri maupun oleh tamu yang berkunjung kepadanya. Dan beliaupun pernah mencoba memijit keris yang sedang membara dengan jari jemarinya sendiri dimana hal ini membuktikan kemampuan spirituil dan olah daya yang dimilikinya. Bahkan hal ini telah diabadikan dengan rekaman video. Tetapi anehnya, bara disekitar perapen tetap terlihat, sedangkan keris di tangan Ki Sukamdi seolah2 tidak tampak walau terlihat membara.
Kini, Ki Sukamdi tetap konsisten dalam berkarya. Beberapa hari yang lalu saya sempatkan mengunjungi beliau di kediamannya bersama mas Ady (Ketua Pasupati Solo). Bercengkrama dari siang sampai petang menjelang. Suguhan minuman hangat membuat betah ditengah gerimis yang mengguyur dan ditemani anjing kesayangannya yang selalu ingin dibelai. Ki Sukamdi tetap seperti dulu, berpenampilan sederhana dan cara pandangnya terhadap keris tetap mencerahkan. Tanpa pernah menyebut dirinya sendiri sebagai seorang mPu, tetapi segala karyanya adalah garap yang spektakuler dan layak disebut sebagai mPu. Hal inipun telah diakui oleh banyak orang yang memang memahami garap seorang mPu.
Kami mendiskusikan beberapa hal tentang rancang bangun keris dan berbagai pengalaman lainnya seperti beberapa mPu dan tukang keris yang meguru kepadanya. Dalam pada waktu itu saya juga sempat menunjukkan 3 bilah keris yang merupakan karya beliau. 3 Keris tersebut sebelumnya dimiliki oleh Pak Punjadi Sukarno di tahun 1995-an yang lantas dimahari oleh Pak Haryono Haryoguritno. Dan lantas saya mengakuisisi 3 keris tersebut dari Pak Guritno. Salah satu keris tersebut adalah keris dapur Pandawa Cinarita pamor Kelengan gaya Surakarta yang sempat nampang di buku Keris Jawa Antara Mistik dan Nalar karya Haryono Haryoguritno, halaman 147.
Keris ini terkesan cukup kokoh dan berkarakter. Selain itu besinya pun bagus dan garapnya sangat presisi. Lebih unik lagi, yang menjadi daya tarik keris ini adalah Jenggot dan Greneng Widhengan (melungker). Greneng seperti ini dulunya adalah khas Ki Sukamdi yang telah menginspirasi rekan2 penggarap keris lainnya membuat greneng seperti ini. Walaupun karyanya banyak menjadi inspirasi, di blak/diputrani (diduplikat), bahkan banyak orang yang mengaku2 memiliki keris Ki Sukamdi, tetapi tetap terlihat mana keris karya Ki Sukamdi yang sebenarnya jika memang memahami ciri garap beliau. Beliaupun bercerita tentang hal tersebut, ketika didatangi oleh seorang kolektor ternama yang membawa keris yang "katanya" adalah garap beliau, tetapi ternyata itu adalah bukan garap beliau. Tentu hal ini patut disayangkan karena tidaklah etis dan tidak ada sopan santun bahkan bisa dikata tidak terpuji jika mencatut nama seorang mPu terkenal hanya karena agar keris tersebut laku lebih mahal. Hal ini juga saya alami sendiri ketika ditawari beberapa keris yang katanya karya mPu Djeno Harumbrojo (Alm.). Walaupun tanpa sertifikat, tetapi ciri karya mPu Djeno akan tetap terlihat. Inilah yang dimaksud Pusaka Kanda (pusaka yang berbicara) ketika seseorang tersebut telah memiliki pandangan yang bagus mengenai garap pusaka. Keris sebagai pusaka akan menunjukkan ciri garap seorang mPu baik pada jaman dulu sampai sekarang jika memang keris tersebut memenuhi kriteria2 garap dari seorang mPu tertentu.

(Foto: Keris dapur Pandawa Cinarita karya mPu Ki Sukamdi
Previous
Next Post »