CACAH GORI,

Pada budaya Tosan Aji, Cacah Gori digunakan untuk menyebut ornamen dasar berupa cacah atau pecahan2 kecil atas besi Tosan Aji yang hendak ditempeli emas/dikinatah/sinarasah. Jadi Cacah Gori ini merupakan motif pahatan/guratan tempat menancapkan emas pada bilah keris.
Gori biasanya digunakan untuk menyebut buah Nangka yang masih muda. Pada buah nangka ada semacam duri2 halus lembut. Dari sinilah lantas muncul istilah Cacah Gori karena bentuknya menyerupai duri2 halus atau ornamen dasar yang beruba bintik2.
Fungsi Cacah Gori pada Tosan Aji ini adalah agar emas yang hendak di tempel emas bisa melekat (nyakot) pada bagian besi, yang kemudian emas tersebut diukir dengan motif2 yang diinginkan.
Pola atau motif serta teknik Cacah Gori ini ada beberapa varian yang bisa juga tergantung pada setiap tangguh Tosan Aji. misal, Cacah Gori keris tangguh Matarram akan berbeda dengan Cirebon. Cacah Gori keris tangguh Surakarta Paku Buwana akan berbeda dengan Majapahit dsb. Selain itu cacah gori yang digunakan pada teknik pemasangan emas secara sinarasah/serasah dengan kinatah juga akan berbeda. Demikian pula antara yang buatan lama dengan yang baru, tentu akan berbeda pula.
Istilah Cacah Gori ini juga bisa ditemui pada budaya Batik, Wayang, Ukiran dan beberapa produk budaya lainnya.
(Cacah Gori)
Previous
Next Post »