ANGKUP,

ANGKUP,

adalah bagian dari Wrangka Ladrang yang berupa lengkungan tipis pada bagian muka. Ada yang dihiasi dengan kruwingan dan ada pula yang tidak. Tergantung masing-masing wanda dan asal wrangka tersebut. Bentuknya sangat manis jika ia dibuat oleh tangan yang trampil. Para Mranggi harus ekstra hati-hati dan penuh perhatian ketika membuat Angkup ini. Sedikit saja gerak tangan mereka mbeleset, maka Angkup tersebut akan kurang manis dan tidak pakem.
Karena itu, dalam membuat Angkup ini, para mranggi harus bersungguh-sungguh dan hati-hati dengan memusatkan perhatiannya agar wrangka yang dibuatnya menjadi indah dan wangun. Sedangkan bagi kita yang menyimpannya, tentu juga harus bersungguh-sungguh dalam merawat dan menyimpannya. Hati-hati agar jangan sampai Angkup tersebut patah karena memang terbuat dari kayu yang sangat tipis. Sedikit saja Angkup tersebut cuil atau patah, tentu kita harus memesan lagi wrangka yang baru.
Angkup, dengan demikian menunjukkan kesungguhan diri dari si Mranggi yang membuatnya maupun kesungguhan dari wrangka itu sendiri menunjukkan gaya dan wanda nya. Angkup wrangka Ladrang Solo era lama dengan era baru tentu berbeda. Angkup Wrangka Ladrang Solo lama kebanyakan tidak menggunakan kruwingan, seperti wrangka Branggah Jogja. Sedangkan Wrangka Solo era baru kebanyakan menggunakan kruwingan. Juga seberapa bentuk Angkup tersebut melengkung, juga menunjukkan wanda Wrangka itu sendiri. Semua ini memang sesuai dengan makna dari Angkup itu sendiri yang berarti “harus bersungguh-sungguh”.

(Foto: Angkup pada Wrangka Ladrang Surakarta)
Previous
Next Post »