chameleon


Bunglon (chameleon) adalah salah satu reptil paling unik sekaligus terkenal di dunia. Di dunia ini kira-kira ada 85 spesies bunglon yg tersebar di Afrika, Eropa selatan, & India. Bentuk & ukuran mereka bervariasi, mulai dari yg hanya beberapa sentimeter hingga yg berukuran setengah meter. Beberapa bunglon seperti bunglon Jackson bahkan memiliki 3 tanduk seperti Triceratop di kepalanya. Walaupun ada beraneka macam, bunglon memiliki banyak kesamaan dasar seperti adanya semacam jumbai kaku di kepala, umumnya hidup di pepohonan, memiliki kelopak mata yg menonjol, hingga tentu saja keahliannya mengubah warna

Salah satu ciri khas bunglon yg paling terkenal adalah keahliannya mengubah warna. Penyebab kemampuannya mengubah warna adalah karena sel yg disebut kromatofor dalam kulitnya. Sel ini memiliki lengan-lengan panjang seperti gurita yg dikelilingi oleh melanin (pigmen). Bila pigmen mengumpul, maka kulitnya menjadi lebih gelap. Hal yg terjadi sebaliknya bila pigmen menyebar. Setiap kromatofor memiliki warnanya sendiri-sendiri. Kromatofor hijau misalnya, mengendalikan warna hijau pada kulit bunglon. Bunglon memiliki beraneka macam sel kromatofor, namun biasanya terdapat kromatofor tertentu yg dominan sehingga menentukan warna dasarnya. Kromatofor juga terhubung oleh impuls saraf, sehingga ia bisa mengatur intensitas pigmen di sekitar kromatofor

Dalam berbagai percobaan, diketahui bahwa bunglon bisa mengubah warna bergantung pada kondisi lingkungan. Umumnya bunglon mengubah warna dengan melihat lingkungan sekitarnya & kemudian menyesuaikan warnanya. Cahaya & suhu juga diketahui mempengaruhi warna bunglon. Bila cahaya matahari mengenai kulit bunglon, pigmennya akan mengumpul sehingga warna kulitnya menjadi gelap; demikian juga sebaliknya. Suatu percobaan populer telah dilakukan untuk mengetahui karakteristik pigmen bunglon. Bila tubuhnya yg sedang terkena cahaya matahari ditutupi daun, kulit yg tertutup daun akan meninggalkan pola siluet yg berwarna yg lebih terang dibanding warna kulit sekitarnya. Sebagai dampaknya, bila siang hari ia terlihat seperti dahan hijau, sementara pada malam hari ia tampak seperti dedaunan pucat

Sudah bukan rahasia bahwa bunglon sangatlah lihai menangkap mangsanya, yaitu serangga. Perlengkapan utama bunglon saat berburu adalah sepasnag matanya & lidahnya yg lengket. Lidah bunglon panjangnya bisa mencapai separuh panjang tubuhnya, namun lidah ini sangat lentur & bisa dilipat saat tidak digunakan. Umumnya bunglon berburu secara pasif dengan diam di pepohonan, sementara matanya bergerak sendiri-sendiri ke segala arah. Begitu menemukan mangsa, kedua matanya menatap fokus ke depan. Setelah berhasil "mengunci" posisi mangsanya, bunglon langsung menjulurkan lidahnya yg lengket & menariknya dalam sekejap. Gerakan lidahnya sangat cepat & berdasarkan pengamatan lewat gerakan lambat, proses bunglon mencaplok mangsanya hanya butuh waktu 1/20 detik

Sebagai hewan di alam bebas, tentu saja bunglon juga memiliki musuh. Musuh yg biasa memakannya umumnya adalah ular & burung elang. Karena bunglon sangat lamban, ia mengandalkan keahliannya mengubah warna untuk menyamar. Akan tetapi, hal ini tidak selalu behasil karena beberapa pemangsa seperti ular bisa mencium bau bunglon & menemukannya. Terkadang jika bunglon tidak waspada, ia terkejut oleh kehadiran pemangsa & warnanya langsung berubah drastis sehingga penyamarannya terbongkar. Untuk mengakalinya, beberapa bunglon menjatuhkan diri ke tanah & berpura-pura mati. Beberapa bunglon bahkan menjatuhkan diri ke air, lalu berenang ke tepian saat pemangsa pergi. Mereka tidak mati tenggelam karena mereka bisa mengisi kantong udara paru-parunya dengan udara sebanyak mungkin untuk mengapung. Dengan kantong udaranya pula bunglon bisa menggembungkan tubunya sehingga kelihatan lebih besar untuk menakut-nakuti musuh & bunglon lain

Seperti kebanyakan hewan, bunglon juga memiliki musim kawin. Musim kawin bunglon biasanya terjadi setahun sekali. Di musim kawin, bunglon jantan biasanya menjadi lebih agresif & mengubah warnanya menjadi mencolok agar mudah dilihat oleh bunglon lain. Dan layaknya hewan lain, bunglon jantan juga memiliki wilayah kekuasaan sendiri. Ia mengusir pejantan lain, namun membiarkan betina masuk ke wilayahnya. Bila ada 2 bunglon jantan yg berebut wilayah, keduanya akan bertarung dengan saling menggigit & mengadu kepala, namun biasanya pertarungan berlangsung lamban sehingga amat jarang menimbulkan korban. Bunglon pemenang akan menguasai wilayah tersebut, sementara yg kalah akan mengubah warnanya menjadi pucat sebagai tanda menyerah & pergi

Bunglon jantan yg memiliki wilayah kemudian akan kawin dengan bunglon betina. Namun, beberapa bunglon bisa menyimpan sperma pejantan hingga jangka waktu lama sehingga ia bisa bertelur beberapa kali sehingga ia bertelur setiap tahun tanpa harus kawin lebih dulu. Bunglon betina yg akan bertelur akan membuat suatu liang di tanah, lalu menaruh telur-telurnya di dalamnya & menimbunnya dengan tanah. Setelah beberapa bulan (antara 4-12, bergantung pada spesiesnya), telur-telur ini akan menetas. Bayi bunglon yg baru lahir sudah bisa mengubah warna, namun mereka harus menyerap panas matahari lebih dulu untuk mengaktifkan kromatofornya. Mereka juga belajar menjulurkan lidahnya sendiri sebelum memakainya untuk berburu. Beberpa jenis bunglon juga diketahui menyimpan telur di tubuhnya sehingga ia tampak seperti melahirkan saat mengeluarkan anak-anaknya
Previous
Next Post »