cisco router

1.1
Apa
itu
Cisco
router?
Cisco router adalah peratan utama yang banyak digunakan pada Jaringan Area Luas atau
WideAreaNetwork(WAN). Dengan cisco router,informasidapatditeruskanke alamata
lamatyang berjauhandanberadadijaringan computeryang berlainan.

Untuk dapat meneruskan paket data dari suatu LAN ke LAN lainnya, Cisco router
menggunakan tabel dan protocol routing yang berfungsi untuk mengatur lalu lintas data.
Paketdatayang tibadi routerdiperiksadanditeruskanke alamatyang dituju. Agarpaket
datayang diterimadapat sampaiketujuannyadengan cepat, routerharus memprosesdata
tersebut dengan sangat tepat.

Untukitu,CiscoRouter menggunakanCentralProcessingUnit(CPU) sepertiyangdigun
akan di dalam komputer untuk memproses lalu lintas data tersebut dengan cepat. Seperti
komputer,ciscorouterjugamempunyai sejumlahjenis memoriyaituROM,RAM,NVRAM
danFLASH,yang berguna untuk membantukerjanyaCPU.Selainitudilengkapipuladeng
an sejumlahinterface untukberhubungandengandunialuardankeluar masukdata. Sistem
operasiyang digunakan oleh cisco router adalahInternetworkOperating System(IOS).

Memori yang digunakan oleh cisco router masing-masing mempunyai kegunaan sendiris
endiri sebagai berikut :


ROM berguna untuk menyimpan sistem bootstrap yang berfungsi untuk mengatur
prosesbootdan menjalankanPowerOnSelfTest(POST) danIOSimage.

RAM berguna untuk menyimpan running configuration dan dan sistem operasi IOS
yang aktif.

NVRAMberguna untuk menyimpankonfigurasi awal(start-up configuration)

FLASH berguna untuk menyimpan IOS image. Dengan menggunakan FLASH, IOS
versibarudapatdiperolehdariTFTP servertanpaharusmenggantikomponendalam
router.
1.2
Macam-macam
Cisco
router
Perusahaan cisco membuat router dengan berbagai seri dan model untuk berbagai kelas
atau tingkat penggunaan, seperti :

1.
CISCO ROUTER TIPE FIXED TINGKAT AKSES

Cisco router 700 series

Cisco router 801-804

Cisco router 805

Cisco router 811 dan 813

Cisco router 827

Cisco router 1000 series

Cisco router 2000 series

Cisco router 2500 series

Cisco router 3000 series
2.
CISCO ROUTER TIPE MODULAR TINGKAT AKSES

Cisco router 1600 series

Cisco router 1720 dan 1750

Cisco router 2500 series
2


• Cisco router 2600 series
• Cisco router 3600 series
• Cisco router 4000 series
3. CISCO ROUTER TIPE MODULAR TINGKAT INTI
• Cisco router 7000 series, untuk enterprise
• Cisco router 10000 dan 12000 series, untuk enterprise
Umumnya perusahaan cisco memberikan nomor model dengan angka kecil seperti cisco
router model 700 untuk jaringan WAN sederhana untuk dipakai oleh perusahaan kecil.
Sedangkan nomor dengan angka yang besar seperti cisco router model 12000 digunakan
untukjaringanWANkompleksyang dipakai olehperusahaanbesar.

Cisco router tipe fixed mempunyai interface tetap yang tidak dapat diganti-ganti sesuai
dengan kebutuhan pemakai. Umumnya cisco router jenis modular harganya jauh lebih
mahal, tetapi lebih fleksibel dalam penggunaanya. Cisco router 2500 series tersedia dalam
bentuk tipe fixed maupun modular.

Setiap router biasanya mempunyai dua Synchronous Serial port DB-60 (Serial0 dan
Serial1) untuk hubungan WAN, satu ethernet port DB-15 (AUI) untuk hubungan LAN,
satu Console port RJ-45 untuk akses langsung ke sistem router dan satu Auxiliary Port
RJ-45(AUX) untuk akseske sistem routerdengan modem.

1.3
Menghubungkan
Cisco
router
ke
PC
Berbeda dengan komputer, cisco router tidak dapat dihubungkan langsung dengan suatu
monitor atau keyboard. Akses langsung ke sistem cisco router harus melalui console port
dengan perantaraan suatu terminal atau komputer.

Untuk menghubungkan cisco router ke suatu terminal atau komputer, diperlukan kab
el rollover dan adaptor RJ-45 ke DB-9 yang biasanya disertakan dengan peralatan router
tersebut. Cara memerikasa apakah suatu kabel berjenis rollover sangat mudah. Jalur kabel
yang menhubungkan antara pin nomer 1 dengan pin 8 dari konektor RJ-45 lainnya harus
sama warnanya. Kabel rolloverbiasanyadibuatdarikebelpita(ribbon cable) 8jalur.

Kabel rolloverini dihubungkan dari consoleport router ke serialportCOM 1 atauCOM
2 komputer. Bergantung pada serial port, jika panel belakang komputer menggunakan
konektor DB-25 atau DB-9, maka diperluakan adapter RJ-45 ke DB-9 atau DB-25 yang
sesuai. Setelah itu, cisco router dan komputer yang saling terhubung bisa dihidupkan. Hyp
erterminal digunakan sebagai program untuk menghubungkan antara cisco router dengan
komputer.

1.4
Booting
Cisco
router
Layaknya komputer, setiap kali cisco router dihidupkan, peralatan ini akan menjalankan
suatu proses yang disebut boot process. Proses boot ini bekerja melalui urutan-urutan
tertentu sebagai berikut :

1. Pertama-tamarouterakanmenjalankanPowerOnSelfTest(POST) untuk memeriksa
CPU, memori, dan interface peralatan untuk meyakinkan bahwa perangkat keras
router berfungsi dengan baik. Jika hubungan dengan hyperterminal telah terjadi,
proses boot ini dapat dilihat pada layar komputer.
2. Kemudian boostrap system akan bekerja untuk mencari Cisco IOS image yang dapat
dipakai. Umumnya ciscoIOSimageinidapatdiperolehdari memoriFLASH ataudari
TFTP serverbergantungpadadaftarkonfigurasi(configuration register) yang dapat
dipakai olehperalatan. Secaradefault daftar konfigurasiinibernilai0x2120yang akan
memerintahkan router untuk mencari IOS image dari memori FLASH.
3


3. UsahapencarianIOSinidilakukansebanyaklimakali. Jikatidakberhasil,routerakan
masuk ROM mode untuk memungkinkan pemilihan IOS image secara manual.
4. Jika IOS image ditemukan, IOS image tersebut akan dimuat ke dalam sistem memori
RAM.Kemudian router akan mencarikonfigurasi awal(start-up Configuration)yang
umumnya disimpan di NVRAM.
Jika routerbarupertamakalidihidupkan, routertersebutbiasanyabelum mempunyaikonfi
gurasi awal. Oleh karena itu, router akan menjalankan System Configuration Dialog yang
memungkinkan pembuatan konfigurasi awal secara manual.

2
Penggunaan
Cisco
router


2.1
Cisco
IOS
Suatu komputer tentu memerlukan system operasi seperti Disk Operating System (DOS)
atauUNIX untuk mengaturkerjadankonfigurasi computer tersebut. Demikianpulahalnya
denganCiscoRouter,perangkatinidilengkapipuladengan ciscoIOS(InternetworkOpera
ting System), yaitu suatu system operasi yang berfungsi untuk mengatur dan mengkonfi
gurasi Cisco router. Seperti system operasi DOS atau UNIX untuk komputer, Cisco IOS
menggunakanperintahbaris(commandline) untuk menjalankan suatuperintah.

Seperti DOS atau UNIX, Cisco IOS dikeluarkan dengan berbagai macam versi untuk
berbagai macam peralatan buatan Cisco. Berbagai versi yang dikeluarkan itu juga dim
aksudkan untuk menyempurnakan kegunaannya dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu
dalam menggunakanCisco router,perludiperhatikan versiIOSyangakandipakai. Perintahp
erintahyangberfungsidalam suatu versiuntuk suatuperalatan atau model mungkin tidak
dapatdigunakanpada suatuperalatan atau modellainnya. Demikianpulaperintah-perintah
yang berfungsi dalam suatu versi baru mungkin tidak berfungsi dalam versi lama.

2.1.1 Cara membuat konfigurasi awal
Konfigurasiawal(start-upConfiguration) adalah suatu fileyangbergunauntuk menentukan
bagaimana Cisco router diatur pada saat boot. Jadi boleh dkatakan file konfigurasi awal
ini mirip seperti fileautoexec.batpadaDOSyang bergunauntuk mengatursuatukomputer
pada saat boot. Umumnya ketika pertama kali router dihidupkan, router tersebut belum
mempunyai konfigurasi awal.

Untuk membuat konfigurasi awal, Cisco router dilengkapi dengan tiga cara sebagai
berikut :

1. Dengan suatu system configuration dialog,yang secaraotomatisdijalankanjika router
tidak menemukankonfigurasi awalpada saatdihidupkan,danhubungankejaringan
WAN belum ada.
2. Dengan Autoinstall, dimana router mendapatkan konfigurasi awal dari TCP/IP host
yang sudahberfungsidi suatujaringanWAN.
3. Dari configuration mode,dengan menggunakanperintah-perintahCommand-LineInt
erface(CLI)
System configuration dialog secara otomatis akan membantu dalam membuat konfigurasi
awalbagiperalatan routeryangbelum memilikikonfigurasi awal sewaktu routerdihidupkan.
Jikaingin menggunakan system configurationdialoghubungankabelkejaringanWANharus
dilepaskandulusebelumperalatanrouterdihidupkan, sampaikonfigrasiawal selesaidibuat.
Jika hubungan ke jaringan WAN tersedia, router akan menjalankan Autoinstall. Setelah
sistem konfiguration dialog muncul di layar, kemudian mengisi pertanyaan yang diberikan
sesuaidengankebutuhan. Misalnya: namarouter,password,banner,IP addressdll.

4


2.2
Perintah-perintah
Cisco
router
Cisco router mendukung auto complete artinya kita diperbolehkan mengetik sebagian dari
command-commandyang tersedia. seperti

Router#configure
terminal


bisa ditulis dengan

Router#config
t


Tanda “?” digunakan untuk mencari bantuan. Ada beberapa cara menggunakan perintah
“?”. Bila perintah “?” diketik setelah tanda prompt, maka akan muncul daftar perintahp
erintah yang dapat digunakan di tingkat tersebut. Jadi daftar perintah yang diberikan
dari user exec prompt tidak samadenganjikadibuatdari privileged exec prompt.

Router>?


Exec
commands
:


Connect
open a terminal connection

Disable
Turn off privileged commands

Disconnect
Disconnect an existing network connection

Bilaperintah “?” diketik setelah spasidari suatuperintahyang telahdiketik,iaakanmemb
erikan bantuandengan memberikandaftarperintah atauparameterberikutnyayangperlu
diketikkan untuk melengkapi perintah tersebut.

Router>telnet
?


WORD
IP
address
or
hostname
of
a
remote
system





Bila perintah ? diketik langsung tanpa spasi setelah suatu perintah yang diketik, ia akan
melengkapi perintah tersebut.

Router>tel?


telnet


Tabkeyberfungsi untuk meneruskan suatuperintahyangbelumlengkapdiketik, Router#tel
disusul penekanan tombol akan mengembalikan routerpromptdenganperintah
yang telah lengkap seperti Router#telnet

Perintah-perintah keyboard lainnya yaitu berupa shortcut, sebagai berikut :

• Panah atas : Menampilkan perintah sebelumnya dari history buffer
• Tab : Melengkapi suatu perintah
• Ctrl+A : Memindahkan cursor ke permulaan baris
• Ctrl+B : Memindahkan kembali posisi kursor suatu karakter
• Ctrl+D : Menghapus karakter dimana kursor berada
• Ctrl+E : Memindahkan kursor ke akhir baris
• Ctrl+P : Menampilkan perintah sebelumnya dari history buffer
• Ctrl+U : Menghapus karakter sampai permulaan baris
• Ctrl+W : Menghapus data sebelumnya
• Ctrl+Z : Kembali ke privileged mode
5


2.3
Tingkat-tingkat
Akses
CiscoIOSmempunyaipenerjemahperintah(commandinterepter)yangdisebutEXEC.Pene
rjemahperintahEXECini menerimaperintahyangdiketik olehpemakaidan mengeksekusi
perintahtersebut. Untukmenjagakeamanankonfigurasi router,EXECdibagi atasbeberapa
tingkat-tingkat akses berdasar kegunaannya.

2.3.1 User Exec Mode
Iniadalahtingkatanpertamayangdimasuki setelahberhubungandengan routerdan menekan
tombol Enter, ditandai oleh Router> prompt. Tingkat ini dipakai hanya untuk kegunaan
yang sangat terbatas, misalnya untuk memeriksa status dari router. Kemampuannya untuk
memeriksa status dari router pun sangat terbatas.

Perintah-perintahyangdapatdijalankandi tingkat user exec mode ini antaralain adalah
:


Clear : untuk me-reset suatu fungsi

Enable : untuk akses dari tingkat user exec ke privileged exec mode
Router>enable
Password:kunci
Router#



Disable : untuk kembali dari tingkat privileged mode ke user mode

Login : untuk login sebagai seorang pemakai

Logout : untuk keluar dari exec mode
2.3.2 Privileged Exec Mode
Dengan mengetikkan perintah enable dari user exec mode, console akan meminta memas
ukkanpasswordjika enablepassword atauenablesecretpassword telahdibuat. Setelahitu
router akan masuk ke privileged exec mode, yang ditandai dengan router# prompt. Pada
tingkat privileged mode inikonfigurasi-konfigurasirouterdapatdiperiksadanjugabisa mas
uk ke global configuration mode.

Perintah-perintahyang dapatdijalankanpadatingkatini adalah semuaperintahdi user
exec mode ditambah dengan perintah-perintah lain, seperti :


clock : perintah ini untuk men-set waktu dan tanggal router
Router#clock
set

dd
month
yyy>



Configure : perintah ini untuk masuk ke global configuration mode untuk mengkonfigu
rasi router
Router#configure
terminal
! untuk masukkekonfigurasiglobal mode
Router#configure
memory
! untuk mengkonfigurasi NVRAM
Router#configure
net
! untuk mengkonfigurasi TFTP server
Padapercobaan ini, configure memory dan configure net sangatjarang digunakan. Keb
anyakan untuk membuat konfigurasi router sudah cukup menggunakan configure term
inal.


send : untuk mengirim kabar kepada user lain

show : merupakansuatuperintahyang sangatpentingpadatingkatiniyang berguna
menampilkanberbagiinformasitentang router. Perintahinibisajugadigunakan untuk
melacak kesalahan
6



erase : adalahperintah untuk menghapus
Router#erase
startup
! untuk menghapus konfigurasi startup yang disimpan di
NVRAM


write : untuk menyimpanataumenulissuatufilekememoriNVRAM untukCiscoIOS
versi lama 10.3 dan sebelumnya
Router#write
mem
! untuk mengkopikonfigurasi runningkeNVRAM untukperubah
an permanen, sama dengan perintah copy running-config startup-config


ping : untuk mengirim echo message yang digunakan untuk memeriksa hubungan
jaringan. Dalam menggunakanperintahping, adaberbagai tandapengembalianyang
perlu diketahui, seperti terlihat pada tabel berikut :
Router#ping

address
yang
dituju>


Terdapatbeberapa macam tandapengembalian saatperintahping di-eksekusi, seperti
yang terlihat pada tabel di bawah ini:

tanda pengembalian arti
!!!!! hubungan sukses
..... timeout
U tujuan tak tercapai
C paket mengalami kemacetan


Telnet: untuk mengadakanhubunganjarakjauh(remote)dengansaranatelnet. Setel
ah hubungan telnet dibuat, akses ke sistem router akan dapat dilakukan
Router#telnet

address>



Trace: untuk memeriksarouteketujuan(destination). Daftarhost-hostyang dilalui
untuk mencapaiIP addressyang dituju akanditampilkan sebgaihasildaripengetikan
perintah trace.
Router#trace

address
yang
dituju>


2.3.3 Global Configuration Mode
Pada tingkat ini, hampir semua ragam konfigurasi router dapat diolah. Cara masuk ke
konfigurasi global yaitu dengan mengetikkan perintah configuration terminal atau config t
dari router#prompt. Router akan memasukikonfigurasiglobaldenganditandai munculnya
Router(config)#prompt seperti pada contoh dibawah ini:

Router#config
t
Enter
configuration
commands,
oner
per
line.
End
with
CTRL+Z
Router(config)#


Perintah-perintahpadatingkataninipada umumnyadigunakan untukmengubahkonfigurasi
router secaraglobal.


Banner : untuk membuat banner setelah logon ke router
Router(config)#banner
motd
#Don?t
change
anything#


Dimanamotd adalah singkatanMessageOfToDay(pesanhariini) yanginginditam
pilkanjika seorangpemakai mengadakanakseskesistem routermelalui consoleport
maupun telnet

Router(config)#no
banner
motd
perintah ini akan menghapus banner motd


Hostname : untuk memberi atau merubah nama router
Router(config)#hostname
Router1,perintah ini akan mengembalikan
Router1(config)#prompt,dimana nama router diganti dengan Router1


7



IP host : untuk memberi namabagiIP addressdariinterfacesuaturouterl. Jadi nama
alias ini bisa digunakan untuk menggantikan IP address suatu interface.
Router(config)#ip
host
LABB201yes!
10.122.1.234
perintah ini memberi nama
LABB201yes! Kepada ip address 10.122.1.234 suatu router



Boot : untuk mengatur cara boot atau memilih IOS image yang akan dipakai waktu
BOOT oleh suatu router. Router dapat di boot dengan IOS yang disimpan di ROM,
FLASH atau TFTP dengan perintah sebagai berikut:
Router(config)#Boot
system
ROM
untuk boot dari ROM

Router(config)#Boot
system
FLASH
untuk boot dari FLASH. Perintah ini akan
memberikan hasil yang sama dengan perintah reload
Router(config)#Boot
system
tftp

name>

address
dari
tftp>
untuk

bootlewatjaringandengantftp,dimananamaIOS filedanIPAddressdariTFTP

dibutuhkan
Bila router tidak menemukan IOS atau proses boot diinterupsi, router masuk ke sua
tu mode yang disebut ROM monitor mode, yang ditandai dengan rommon>prompt.
Kemudian dapat memilih dari mana IOS akan dimulai seperti berikut ini:


Rommon>boot
untuk boot dari ROM
Rommon>boot
flash
untuk boot dari flash memory
Rommorn>boot

name>
address
TFTP>
untukbootdarijaringanlewatTFTP


Config-register adalah perintah unutk menentukan dari mana router akan memulai
sistem boot secara otomatis.
Router(config)#config-register
0x2142
untuk masuk ke ROM monitor mode
Router(config)#config-register
0x0101
untuk boot dari ROM
Router(config)#config-register
0x2102
untuk boot dari NVRAM



Copy : untuk mengkopi file atau konfigurasi RAM, NVRAM dan TFTP satu dengan
lain. Copyjugadigunakan untuk membackup suatukonfigurasi satuIOSImage.

Username : berguna untuk membuat account dan password baru buat pemakai
Router(config)#username

pemakai>
password

pemakai>


Sebagai contoh:
Router(config)#username
b201new
password
kunci
perintahiniakan membuat acc
ount baru bernama b201new denganpassword kunci


Password : berguna untuk membuat password untuk menjaga keamanan akses ke
sistem router. CiscoIOS mempunyai5 macamjenispassword untuk akseske sistem
router.
– Enable Secret : untuk membuat password yang dienkripsi untuk masuk ke privil
eged mode
Router(config)#enable
secret
rahasia
untuk membuat enable secret passw
ord bernama rahasia


Enablepassword : untuk membuatpassword untuk masukkeprivileged modejika
enable secret password tidak dibuat, atau untuk Cisco IOS versi lama. Perlu
diketahui pula enable secret dan enable password sebaiknya tidak mempunyai
namapasswordyang sama.
Router(config)#enable
password
kunci
untuk membuat enablepasswordbernama
kunci

8



Consolepassword: untuk membuat password untuk akses ke router lewat console
Router(config)#line
con
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password
kunci
untuk membuatpasswordbernamakunci

untuk mengakses router lewat console


Auxiliarypassword: untuk membuatpassword untuk akseskeroutermelaluilewat
AUX.
Router(config)#line
aux
0
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password
kunci
untuk membuatpasswordbernamakunci

untuk mengakses router lewat AUX

– VTY password: untuk membuat password untuk akses dengan telnet ke router
Router(config)#line
vty
0
4
Router(config-line)#login
Router(config-line)#password
kunci
untuk membuatpasswordbernamakunci

untuk mengakses router lewat virtual terminal

2.3.4 Interface Configuration Mode
Interfaceconfigurationmodeadalah suatumodeyangdigunakanuntuk mengkonfigurasikan
suatu interface tertentu.

interface adalahperintahyang digunakan untuk masukkeinterface configurationmode.
Misalnya jika ingin mengkonfigurasikan interface serial0, maka dari global configuration
mode,pertama-tama routerharus masukkeinterface configuration modedengan mengetikan
perintah interface atau int seperti contoh dibawah ini:

Router(config)#
interface
serial
0/0
atau
Router(config)#
int
s
0/0


Interface configuration mode ini ditandai dengan router(config-if)prompt sebagai berikut:

Router(config-if)#


Jikaperalatanciscobertipe modular, makainterfaceperlatantersebutbiasanyaterdiri atas
beberapa interface card atau slot dengan sejumlah port-port untuk setiap card., yang bia
sanya ditulis dengan notasi slot/port. Misalnya yang dimaksud dengan interface ethernet
3/1 adalah ethernet card 3, port 1.

Jikaperalatan menggunakan cardyangdisebutVersatileInterfaceProcessor(VIP)Cards,
seperti pada Cisco router 7000 series, interface peralatan tersebut biasanya mempunyai sej
umlah port-port. Notasi penulisan untuk relasi ini adalah slot/adaptor-port/portg. Misaln
yayangdimaksuddenganinterfaceethernet3/0/1 adalah ethernet card3, adaptorport0,
port 1.

Setelah masuk ke interface configuration mode, konfigurasi untuk interface yang dipakai
dapat diterapkan dengan perintah-perintah berikut ini:


IP address : digunakanjika akan memberikanIP addresske suatuinterfacetertentu.
Misalnya untukmemberikanIP address172.132.10.1,subnet mask255.255.255.0kepada
interface serial0, maka perintahnya adalah sebagai berikut:
Router(config-if)#ip
address
192.168.1.1
255.255.255.0



Encapsulation : bergunajikaingin menerapkan suatujenisprotokolWAN.Contohnya
point-to-pointprotocol(ppp) kesuatuinterface,misalnyainterfaceserial0,maka setel
ah masukkeinterface configuration mode,kemudian mengetikperintah encapsulation
or encap seperti berikut :
9


Router(config-if)#encapsulation
ppp


Disampingppp, adaberbagai macam encapsulationyang dapatdigunakan olehCisco
router sebagai berikut :

Router(config-if)#encapsulation
?
Atm-dxi
ATM-DXI
encapsulation
Bstun
Block
serial
tunneling
(BSTUN)
Frame-relay
Frame
relay
network
Hdlc
serial
hdlc
synchronous
Lapb
LAPB
(X.25
level
2)
Ppp
Point
to
point
protocol
Sdlc
SDLC
Sdlc-primary
SDLC
(primary)
Sdlc-secondary
SDCL
(secondary)
Smds
switched
Megabit
Data
Service
(SMDS)
Stun
serial
tunneling
(STUN)
X25
x.25


Dalampercobaanyangtelahdilakukandiketahuibahwa untuk menghubungkan antar router
melalui hubungan serial diperlukan sinkronisasi semua aspek baik bandwidth, clock rate
maupunjenis encapsulasiyangdigunakan. Padapercobaanyang telahdilakukan menggun
akanjenis encapsulasihdlc, clock rate64000danbandwidth56

2.4
Pemberian
IP
Address
PadaLAN umumnyaperalatankomputerberadadi dalam satujaringanyang sama. Sedang
kanpadaWAN,peralatankomputertersebutberadadidalamjaringan atau subnetyang
berbeda-beda dan bahkan dengan menggunakan protokol yang berbeda-beda pula. Agar
paket-paket data dari jaringan lokal dapat disampaikan ke jaringan lain, perlu menggun
akan router karena hub tidak mampu untuk meneruskan paket-paket ke jaringan yang
berlainan atauprotokolyang berbeda-beda.

Router meneruskan paket-paket berdasarkan atas alamat-alamat logika (IP Address)
yangdiperolehnya. Sebelum routerdapatberhubungan satudenganyanglaindalamjaringan
WAN, interface-interface dari router-router yang akan dihubungkan tersebut harus diberi
IP Address statis, yang merupakan alamat yang digunakan oleh router untuk meneruskan
paket-paket.

10


Figure1: skemajaringan

Dalampercobaanyangtelahdilakukan,ipaddressyangdipakaidalaminterface-interface
router adalah sebagai berikut sesuai dengan gambar dia atas :

h/w interface symbol ip address network netmask
router 1 serial0/0 1s0 192.168.2.1 192.168.2.0 255.255.255.0
serial0/1 1s1 192.168.3.1 192.168.3.0 255.255.255.0
fastethernet0 1eth0 192.168.1.1 192.168.1.0 255.255.255.0
router 2 serial0/0 2s0 192.168.2.2 192.168.2.0 255.255.255.0
serial0/1 2s1 192.168.4.1 192.168.4.0 255.255.255.0
fastethernet0 2eth0 192.168.5.1 192.168.5.0 255.255.255.0
router 3 serial0/0 3s0 192.168.4.2 192.168.4.0 255.255.255.0
serial0/1 3s1 192.168.3.2 192.168.3.0 255.255.255.0
fastethernet0 3eth0 192.168.6.1 192.168.6.0 255.255.255.0

Cara memberikanip addresspadainterface-interfacetersebut adalah sebagaiberikut:

• Router 1, Serial0/0
Router1(config)#int
serial0/0
Router1(config-if)#ip
address
192.168.2.1
255.255.255.0
Router1(config-if)#clock
rate
64000
Router1(config-if)#bandwidth
56
Router1(config-if)#encapsulation
hdlc
Router1(config-if)#no
shutdown
Router1(config-if)#end
Router1#


• Router 1, Serial0/1
Router1(config)#int
serial0/1
Router1(config-if)#ip
address
192.168.3.1
255.255.255.0
Router1(config-if)#clock
rate
64000
Router1(config-if)#bandwidth
56
Router1(config-if)#encapsulation
hdlc


11


Router1(config-if)#no
shutdown
Router1(config-if)#end
Router1#


• Router 1, fastethernet0
Router1(config)#int
fastethernet0
Router1(config-if)#ip
address
192.168.1.1
Router1(config-if)#no
shutdown
Router1(config-if)#end
Router1#


• Router 2, Serial0/0
Router2(config)#int
serial0/0
Router2(config-if)#ip
address
192.168.2.2
Router2(config-if)#clock
rate
64000
Router2(config-if)#bandwidth
56
Router2(config-if)#encapsulation
hdlc
Router2(config-if)#no
shutdown
Router2(config-if)#end
Router2#


• Router 2, Serial0/1
Router2(config)#int
serial0/1
Router2(config-if)#ip
address
192.168.4.1
Router2(config-if)#clock
rate
64000
Router2(config-if)#bandwidth
56
Router2(config-if)#encapsulation
hdlc
Router2(config-if)#no
shutdown
Router2(config-if)#end
Router2#


• Router 2, fastethernet0
Router2(config)#int
fastethernet0
Router2(config-if)#ip
address
192.168.5.1
Router2(config-if)#no
shutdown
Router2(config-if)#end
Router2#


• Router 3, Serial0/0
Router3(config)#int
serial0/0
Router3(config-if)#ip
address
192.168.4.2
Router3(config-if)#clock
rate
64000
Router3(config-if)#bandwidth
56
Router3(config-if)#encapsulation
hdlc
Router3(config-if)#no
shutdown
Router3(config-if)#end
Router3#


• Router 3, Serial0/1
Router3(config)#int
serial0/1
Router3(config-if)#ip
address
192.168.3.2
Router3(config-if)#clock
rate
64000


12

255.255.255.0


255.255.255.0


255.255.255.0


255.255.255.0


255.255.255.0


255.255.255.0



Router3(config-if)#bandwidth
56


Router3(config-if)#encapsulation
hdlc


Router3(config-if)#no
shutdown


Router3(config-if)#end


Router3#


• Router 3, fastethernet0
Router3(config)#int
fastethernet0
Router3(config-if)#ip
address
192.168.6.1
255.255.255.0
Router3(config-if)#no
shutdown
Router3(config-if)#end
Router3#


Setelah konfigurasi semua interface selesai, maka agar antar jaringan bisa berkomunikasi
maka diperlukan routing.

2.5
Protokol
routing
Mengapaprotokol routing diperlukandalamjaringankomputer? Jaringankomputerdapat
diibaratkansepertijalananuntukkendaraanumum. Jikahanyaadasatujalanansajauntuk
semuakendaraan umum, tentulalulintas akan mengalamikemacetan. Oleh sebabitudibuat
jalan-jalantambahandanjalan-jalantolyangmemungkinkankendaraan mengambiljalurj
alur alternatifuntuk mencapai tujuan.

Untuk membantumencapaitujuandiperlukanpetajalan. Halyang samaterjadijuga
dalamjaringan WAN. JaringanWAN dibagi menjadi berbagai segmen danjaringan dengan
jalur yang berbagai macam. Supaya suatu paket dapat mencapai tujuannya, diperlukan
suatu peralatan untuk mengatur paket-paket tersebut agar mencapai tujuannya dengan
jalan yangtersingkat.

Untukitudigunakan routeryangfungsi utamanya adalah untuk menentukanjalurdan
meneruskanpaket-paketdari suatujaringankejaringanlain. Agar routerdapat mengetahui
bagaimanameneruskanpaket-paketke alamatyang ditujudenganmenggunakanjaluryang
baik, router menggunakanpeta atautabel routing. Tabelroutingdapatdibuat secara static,
dynamic dan default.

Static routing adalah cara pembuatan tabel routing secara manual. Static routing ini
dapatdipakaipadajaringan sederhanayanghanya menggunakanbeberapa buah routerdan
berfungsi untuk menghemat penggunaan bandwidth. Sedangkan dynamic routing untuk
membuat suatu tabel routing secara dinamis berubah-ubah secara otomatis jika topologi
jaringanberubah. Dynamic routing menggunakanprotocol routing dalampembuatantabel
routing.

Protokol routing menggunakanistilahyangdisebut metricdalam menentukanjaluryang
terbaik yang akan dicapai. Metric adalah suatu nilai hasil perhitungan algoritma yang
dipakai olehprotokol routing. Metricdapatberupajarakketujuan atau ongkosketujuan.
Jenis metric yang dipakai tergantung pada jenis protokol routing yang dipakai, dimana
setiap jenis protokol routing menggunakan metric yang berbeda satu dengan yang lain.
Olehkarenaprotokol routing bergantungpada algoritma routing dalam menentukanjalurj
aluryangdigunakan, maka algoritma routingharus akurat, tidakhanya menggunakandaya
CPUdanbandwidth, serta memilikikonvergensiyangcepat. Konvergensiadalahwaktuyang
diperlukan oleh semua routerdalamjaringan untuk mengikutiperubahanyang disebabkan
oleh suatuperubahantopologijaringan.

2.5.1 Static routing
IP routing selaluditerapkan(enable) untukCiscoRouter. Untuk menerapkanIPke suatu
interface, ketik perintah berikut dari configuration interface mode:

Router(config-if)#IP
address

address>

mask>


13


SedangkanIP routing statisdapatdiubahdenganperintah:

Router(config)#ip
route

destination
id>

mask>

gateway>


Dimana :

NetworkdestinationID adalah alamatjaringanyangdituju. Subnet mask adalah subnet
maskjaringanyang dituju.

DefaultgatewayadalahIP addressdarigateway,biasanyaIP address routeryangberhubugan
langsung.

Untuk lebih jelasnya, sebagai contoh kita akan menggunakan skenario atau topologi
jaringan sepertipadagambar2.4yangdibuatselamapercobaan. dengan3buahhostdengan
konfigurasi sebagai berikut:

h/w interface symbol ip address network netmask
host 1 NIC host1 192.168.5.2 192.168.5.0 255.255.255.0
host 2 NIC host2 192.168.1.2 192.168.1.0 255.255.255.0
host 3 NIC host3 192.168.6.2 192.168.6.0 255.255.255.0

maka tabel routingnya adalah sebagai berikut:

• Pada interface router1:
Terdapatbeberapakombinasi untuk membuat static routing di router1pada skenario
ini, diantaranya:
Kombinasi 1:


Router1(config-if)#ip
route
192.168.5.0
255.255.255.0
192.168.2.2
Router1(config-if)#ip
route
192.168.4.0
255.255.255.0
192.168.2.2
Router1(config-if)#ip
route
192.168.6.0
255.255.255.0
192.168.2.2


Kombinasi 2:

Router1(config-if)#ip
route
192.168.5.0
255.255.255.0
192.168.2.2


Router1(config-if)#ip
route
192.168.6.0
255.255.255.0
192.168.3.2


Kombinasi 3, dst.


Padakonfigurasidiatasterlihatbahwakombinasi2mempunyaijarakterpendek, seh
ingga ip route yang digunakan adalah ip route kombinasi 2.
Untuk memeriksa apakah konfigurasi routing berhasil, ketik perintah berikut :


Router1#show
ip
route


Ketika perintah ini dijalankan maka akan tampil semua daftar ip route yang ada
pada router. Biasanya terdapat kode S yang berarti menandakan hubungan secara
statis(statically connected) danC menandakanhubungansecaralangsung(directly
connected)

• Pada interface router2:
Pada router2 ini terdapat beberapa kombinasi juga untuk membuat static routing.
Kombinasiyangpaling cepatdanmempunyaijarak terpendek adalah sebagaiberikut:

Router2(config-if)#ip
route
192.168.5.0
255.255.255.0
192.168.2.1
Router2(config-if)#ip
route
192.168.6.1
255.255.255.0
192.168.4.2
Pada
interface
router3:


14


Seperti pada router-router sebelumnya, bahwa terdapat beberapa kombinasi untuk
membuat jalur yang akan digunakan untuk membuat static route nantinya. Jalur
terpendekdantercepatadalah menghubungkan alamatjaringan/ netIDFastethernet0
router3dengan net ID Fastethernet0 router1 melaluigatewayinterface Serial0/1pada
Router1 dan menghubungkan dengan net ID Fastethernet0 Router2 melalui gateway
interface Serial0/1 pada Router2. Perintahnya adalah seperti dibawah ini:

Router3(config-if)#ip
route
192.168.1.0
255.255.255.0
192.168.3.1
Router3(config-if)#ip
route
192.168.5.0
255.255.255.0
192.168.4.1


Sebagaitambahandapatjugadimasukkan nilai administrativedistance,yaitusuatu ukur
an untuk menilaikegunaanalamatpengirim(source address)diukurdari0 sampaidengan
255,dimana0 adalah ukurantertinggiyang digunakan untukhubunganlangsung(directly
connected route). Routerjuga menggunakan administrativedistancedalam memilih route
dari tabel routing. Route dengan administrative distance yang lebih kecil akan dipilih terl
ebihdahulu. Sebagaitambahanjikaingin menggunakan atau mengkonfigurasikandua serial
interface yang berhubungan, kedua interface tersebut harus menggunakan protocol encaps
ulation yang sama. Jika protokol tidak sama, hubungan tidak akan dapat terjadi, yang
ditandaidenganpenampilan?lineprotocoldown?jika mengetikkanperintah showinterface
serial0/0.

Routing staticini memilikikelemahan,yaitujika salah satujalur routing-nyaterputus
maka router tidak bisa mencari alternatif jalan baru untuk meneruskan paket data yang
dikirim untuk mengatasi hal ini, maka digunakan Dynamic Routing.

2.5.2 Dynamic Routing
Dynamic routing secara umum dapat dibagi menjasi 2 kategori, yaitu Distance Vector dan
link state routing protocol. antara lain : Routing Information Protocol (RIP), Interior
GatewayRoutingProtocol(IGRP),EnhancedInteriorGatewayRoutingProtocol(EIGRP),
Open Shortest Path First(OSPF).

1. Routing InformationProtocol(RIP)
RIP (Routing Information Protocol) adalah routing protocol yang paling sederhana
yangtermasukjenis distance vektor. RIP menggunakanjumlah lompatan(hop count)
sebagai metric dengan 15 hop maksimum. Jadi hop-count yang ke-16 tidak dapat
tercapai dan router akan memberikan pesan error ?destination is unreachable? (tuj
uan tidak tercapai). Daftar tabel route RIP ini akan di-update setiap 30 detik dan
administrative distance untuk RIP adalah 120.
Untuk menerapkan RIP ke suatu router, digunakan perintah sebagai berikut:


Router(config)#router
rip


Untuk menerapkan router RIP tersebut ke suatu network address:

Router(config-router)#network

ID>


Konfigurasi router menggunakan RIP router pada skenario praktikum adalah sebagai
berikut:

• Konfigurasi RIP Routing pada Router1:
Router1(config)#ip
routing
Router1(config)#router
rip
Router1(config-router)#network
192.168.1.0
Router1(config-router)#network
192.168.2.0
Router1(config-router)#network
192.168.3.0
Router1(config-router)#^Z
Router1#wr
mem


15


Untuk mengetahui konfigurasi routing pada router1 digunakan perintah show ip
route. Jika router lain yang berhubungan dengan router1 belum di-set dengan
RIP, maka konfigurasi belum akan muncul. Oleh sebab itu router-router lain
yang terhubung dengan Router1jugah harus di-setting.


Konfigurasi RIP Routing pada Router2:
Router2(config)#ip
routing
Router2(config)#router
rip
Router2(config-router)#network
192.168.2.0
Router2(config-router)#network
192.168.4.0
Router2(config-router)#network
192.168.5.0
Router2(config-router)#^Z
Router1#wr
mem



Konfigurasi RIP Routing pada Router3:
Router3(config)#ip
routing
Router3(config)#router
rip
Router3(config-router)#network
192.168.3.0
Router3(config-router)#network
192.168.4.0
Router3(config-router)#network
192.168.6.0
Router3(config-router)#^Z
Router3#wr
mem


Sekarang setelah semua router yang berhubungan dengna protokol RIP telah dikonfi
gurasi,makakonfigurasinyabisadilihatdenganmengetikkanperintah showip route.
Yangperludiperhatikandalamtampilaninformasiadalah setelahkode “R” yangmemb
uat konfigurasi untuk protokol RIP.

RIP routing merupakan jenis protokol routing yang classful, yaitu protokol routing
yang tidak mengenal subnetting. Sebagai contohjika alamatjaringanhasil subneting
adalah164.10.2.0dengan subnet mask255.255.254.0, makajika menggunakanprotokol
RIP routing alamatjaringannya menjadi164.10.0.0

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, RIP mempunyai default update setiap 30
detik. DisampingituRIPjugamempunyaibeberapajenistimerlainnyayangjuga
perlu diketahui sebagai berikut:


Invalid timer adalah waktu dalam detik dimana suatu route dinyatakan tidak
berfungsi(invalid)

Holddown timer adalah interval tertentu dalam detik yang berlaku untuk semua
interface router yang menyatakan bahwa suatu route tidak dapat dicapai.

Flashtimer adalah waktudalamdetikdimana suatu route akandihapusdari tabel
routing.
Timer-timerinidapatdirubah nilanyadengan menggunakanperintah:

Router(config)#timers
basic

invalid
holddown
flash>


Beberapaperintahpentingyangdapatdigunakan untukmemeriksakonfigurasi routing
protocol adalah:


show ip protocol untuk menampilkanprotokolyang digunakan

show ip route untuk menampilkan daftar isi suatu tabel route

howipinterfaceuntuk menampilkan statuskonfigurasiIPdi routerdankonfigurasi
parameter setip interface

debug ip rip atau debug ip igrp untuk melacak kesalahan
16


2. InteriorGateway Routing Protocol(IGRP)
IGRP(InteriorGatewayRouting Protocol) adalahjugaprotocoldistance vectoryang
diciptakan olehperusahaanCisco untuk mengatasikekuranganRIP.Jumlahhop maks
imum menjadi 255 dan sebagai metric, IGRP menggunakan bandwidth, MTU, delay
danload. IGRPadalahprotocol routingyang menggunakanAutonomousSystem(AS)
yang dapat menentukan routing berdasarkan system, interior atau exterior. Administ
rative distance untuk IGRP adalah 100.
Untuk menerapkan IGRP ke suatu router, caranya:


Router(config)#router
igrp
101


dimana 101 adalah nomor autonomous system
Untuk menerapkan IGRP tersebut ke suatu network address:


Router(config-router)#network

ID>


Konfigurasi IGRP pada praktikum yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

• Konfigurasi IGRP pada Router1:
Router1(config)#ip
routing
Router1(config)#router
igrp
101
Router1(config-router)#network
192.168.1.0
Router1(config-router)#network
192.168.2.0
Router1(config-router)#network
192.168.3.0
Router1(config-router)#^Z
Router1#wr
mem


• Konfigurasi IGRP pada Router2:
Router2(config)#ip
routing
Router2(config)#router
igrp
101
Router2(config-router)#network
192.168.2.0
Router2(config-router)#network
192.168.4.0
Router2(config-router)#network
192.168.5.0
Router2(config-router)#^Z
Router1#wr
mem


• Konfigurasi IGRP pada Router3:
Router3(config)#ip
routing
Router3(config)#router
igrp
101
Router3(config-router)#network
192.168.3.0
Router3(config-router)#network
192.168.4.0
Router3(config-router)#network
192.168.6.0
Router3(config-router)#^Z
Router3#wr
mem


SepertijugaprotokolRIP,IGRP merupakanjenisprotokol routingyangdisebut classf
ul yang tak mengenal subneting. Setelah semua routing IGRP pada router difonfigu
rasi, maka routing sudah bisa berjalan. Satu hal yang diperhatikan pada informasi
routing adalah kode “I” yang memuat konfigurasi untuk protokol IGRP.

2.6
Access
List
(ACL)
CiscoRoutermengunakanmetodeyangdisebut “packetfilter” untuk mengaturakseslalulint
asdata melewati router. Paket-paketdatayang datang ke routerdifilter(disaring) untuk
menentukanpaketdata manayang akanditolakdanpaketdata manayang akanditeruskan
ke suatu alamatjaringan(network address) atauke suatu alamatkomputer(host address)
tertentu.

17


Metode paket filter yang dipakai oleh Cisco Router menggunakan daftar akses yang
berfungsi sebagai berikut :

1. Setiap paket data yang diterima oleh router dicocokkan dengan isi daftar akses yang
diterapkanpada routerinterfacebarisperbaris
2. Bila ditemukan suatu baris yang cocok, maka paket data tersebut diteruskan atau
ditolak berdasarkanperintah dari baris tersebut
3. Jika tidak ada baris yang cocok, perlu diketahui bahwa semua daftar akses list jika
dibuat, secara otomatis akan diakhiri dengan perintah ?implicit deny? yang berarti
jika ijin tidak disebutkan secara khusus dalam daftar akses maka paket akan ditolak
Daftar aksestergantungpadajenisprotokoljaringanyang dipakaidanpenggunaannyaterd
iri atas beberapa tipe yang ditandai dari nomor daftar akses yang dipakai seperti terlihat
pada tabel dibawah ini:

no. daftar akses tipe daftar akses
1-99 Daftar akses IP Standar
100-199 Daftar akses IP Extended
600-699 Daftar akses AppleTalk
800-899 Daftar akses IPX Standar
900-999 Daftar akses IPX Extended
1000-1099 Daftar akses IPX SAP

2.6.1 Daftar Akses IP Standar
Daftar aksesIP Standart(StandardIP Access Lists) menggunakan alamatpengirim(source
address)paketdalampembuatandaftart aksesnya. Untuk membuatdaftarIP akses standar,
dari global configuration mode:

Router(config)#access-list

daftar
akses
IP
standar>

/
deny>


address>

mask>


Dimana:


Nomor daftar akses IP standar adalah 1 sampai 99

Permit atauDeny adalahparameter untuk mengijinkan atau menolak

Source address adalah alamat pengirim atau asal

Wildcard mask adalah selubung yang digunakan untuk memungkinkan penerimaan
atau penolakan suatu IP address atau kelompok dari sejumlah IP address
Sepertipadagambarpercobaandibawahini(sama sepertigambar sebelumnya):

18


Figure 2: gambarjaringan

Jikaingin mengijinkan semuahostdarinetwork192.168.6.0mengakseske network192.168.1.0
di Router1. Maka untuk membuat daftar aksesnya adalah seperti berikut :

Router1(config)#access-list
10
permit
192.168.6.0
0.255.255.255


Daftar akses ini mengijinkan semua host dengan network ID 192.168.6.0. Pada wildcard
maskyangdigunakanyaitu: 0.255.255.255atau angkabiner00000000.11111111.11111111.11111111.
Bit 0 dari wildcard mask memerintahkan router untuk membandingkan posisi IP address
suatupaketdengan source addressdaftar akses,dalamhalini192.168.6.0. Jika addressdeng
an bit 0 semua cocok, maka daftar akses berlaku untuk paket tersebut. Sedangkan bit 1
dari wildcard mask memerintahkanrouter untuk mengabaikanbityang bersesuaiandengan
IP address tersebut. Jadi dalam hal ini, bila network ID paket adalah 192.168.6.0, maka
daftar akses berlaku untuk paket tersebut untuk host ID apa saja, karena hanya network
ID dari IP Address yang dibandingkan.

Jika sekarangdiberikanijinhanyakepada satu workstationdenganIPaddress192.168.6.1
dari network 192.168.6.0 agar dapat mengakses network 192.168.1.0 lewat Router1, maka
daftar akses dapat diketik sebagai berikut:

Router1(config)#access-list
10
permit
192.168.6.1
0.0.0.0


Daftar aksesinihanya mengijinkan satuIP address192.168.6.1karena wildcard mask0.0.0.0
akan membandingkan seluruhIP addressdari source addresspaket.
Setelahpembuatandaftar akses selesai,daftar aksesyangtelah terbuat tadiharusditemp
atkan pada suatu interface. Dalam hal ini daftar akses dibuat untuk akses ke network

192.168.1.0 Router1, interface fastethernet0. Untuk itu dari privileged mode, masuk ke
interface yang akan dipakai dan kemudian menerapkan daftar akses ke interface tersebut
dengan mengetikkan perintah:
Router1(config)#int
fastethernet0
Router1(config-if)#ip
access-group
10
out


Perintah ini akan menerapkan daftar akses nomor 10 ke interface fastethernet0 yang dipi
lih. Parameter “out” di akhirperintahip access-group10,menandakanbahwadaftarakses
berlaku untuk izin akses keluar dari interface fastethernet0, Router1.

19


Sedangkan parameter “in” digunakan untuk paket yang masuk ke router interface. Jika
in atau out tidak diketik, maka out adalah sebagai default.
Penghapusan suatu daftar akses yang telah dibuat adalah dengan perintah:

Router(config)#no
access-list
10


akan menghapus daftar akses nomor 10

2.6.2 Daftar Akses IP Extended
DaftarAksesIP Extended(Extended IP AccessList)lebih rumit dan memilikilebih banyak
parameteryang dapatdiaturantaralain: alamatpengirim(sourceaddress),alamatpeneri
ma(destination address),port number,danprotokol sepertidibawahini:

Router(config)#access-list

daftar
akses
IP
extended>



address>

mask>

address>

mask>


port>


Dimana:

• Nomor daftar akses IP extended adalah antara 100 sampai 199
• Permit atau Deny adalahparameter untuk menolak atau mengijinkan
• Protokol IP adalah seperti TCP, UDP, IXMP, dan lain-lain
• Source Address adalah alamatpengirim atau asal
• Destination Address adalah alamat penerima yang dituju
• Wildcard mask adalah selubung
• Operator adalah seperti eq(equal), lt(larger then), gt(greater then)
• Informasi Port berupa nomor port, dns, ftp, www, telnet, smtp dll
Misalnyadiinginkan aksesIPextendedyang mengijinkanftpdari network192.168.1.0kehost
dengan IP address 192.168.6.1. Daftar akses ini bisa dibuat dengan mengetikkan perintah:

Router3(config)#access-list
100
permit
tcp
192.168.1.0


0.0.0.255
192.168.6.1
0.0.0.0
eq
ftp
Selanjutnya menerapkan access list yang telah dibuat ke interface Serial0/0 Router3:

Router3(config-if)#ip
access-group
100
in


Daftar aksesini akan mengijinkanlalulintasftp dari network192.168.1.0kehostdenganIP
address 192.168.6.1.

3
Kesimpulan


1. CiscorouteradalahperalatanutamayangbanyakdigunakanpadaJaringanAreaLuas
atau Wide Area Network(WAN). Dengan Cisco router, informasi dapat diteruskan ke
alamat-alamatyang berjauhan dan berada dijarigan komputer yang berlainan
2. Adabeberapa cara untuk mengaksesCisco router,baik secaralangsung(directly conn
ected) melalui line console yang dihubungkan ke port serial pada router atau mengg
unakanterminal-terminal virtual(remote), seperti: telnet
3. CiscoroutermemilikiRAM,ROMataupunFLASHdalamsistemoperasinya.Memorim
emori ini digunakan baik dalam proses boot ataupun untuk menyimpan konfigu
rasinya
20


4. IOS adalah suatu sistem operasi pada Cisco router yang digunakan untuk mengatur
dan mengkonfigurasi semuainterfacepadaCisco router
5. Protokol routing dipakai agar antarjaringandalamWANbisa saling berkomunikasi
6. Access-listdigunakanuntuk mengaturlalulintasdatayang melewati router. Terdapat
berbagai macam tipe daftar access-list diantaranya adalah Daftar Akses IP Standar
dan Daftar Akses IP Extended.
21


Previous
Next Post »

2 komentar

Click here for komentar
Anonymous
admin
7 March 2013 at 08:22 ×

Unquestionably believe that that you said.
Your favourite justification seemed to be on the internet the simplest factor to bear in mind of.

I say to you, I certainly get annoyed while folks think about worries that they just do not know about.
You managed to hit the nail upon the highest and outlined out the whole thing with
no need side effect , folks can take a signal. Will probably be again to get more.
Thank you

Feel free to surf to my web-site ... houston garden centers jobs

Reply
avatar
Anonymous
admin
20 November 2015 at 00:57 ×

You really make it seem so easy together with your presentation but I find this topic to
be really one thing that I believe I would never understand.
It kind of feels too complex and very broad for me.

I am looking ahead to your next post, I'll attempt to
get the hang of it!

My blog; Jual Mesin Bor Sumur Bekas

Reply
avatar