Pahlawan Kesiangan

Suatau malam, Nasrudin keluar rumah ,Purnama tampak bersinar dengan indahnya.Cahaya menerangi kota Bagdad .Sampailah Nasrudin di pinggir kota.Tiba-tiba ia melihat sebuah sumur. Ia pun menengok kedalam sumur itu. Ia terkejut karena melihat ada bayangan bulan didalam sumur itu. Ia mengira bulan tercebur dan tidak bias kembali ke langit.

Nasrurudin merasa iba, ia pun segera mengambil timba yang tergeletak di pinggir sumur untuk membantu menyelamatkan bulan. Nasrudin segera melempar timba itu kedalam sumur dan memegang ujung talinya. Begitu timba itu sampai di dasaar sumur , Nasarudin punmenarik tali timba itu. Ternyata, timba itu malah menyangkut di sebbbuah batu, sehingga bukan timbanya yang ia berhasil tarik melainkan dialah yang
“Byur!”Begitu tubuhnya menyentuh permukaan air sumur ,Nasrudin segera menengok ke atas. Dipandangnya langit yang berhias bulan purnama. Nasrudin pun tersenyum gembira sabil berkata ‘’alhamdulilah, tidak sia-sia aku sampai jatuh ke dalam sumur ini, akhirnya bulanbias ku selamatkan juga.’’


*****************


Ketika Soeharto lengser pada tahun 1998, banyak orang yang tiba-tiba mengaku sebagai pahlawan yang paling berjasa menjatuhkan penguasa orde baru itu. Sikap itu diamini oleh para pengikut mereka. D I warung-warung kopi atau pangkalan ojek, para pendukung setiatokoh-tokoh politik beradu urat mengklaim tokoh mereka yang paling berjasa melengserkan Soeharto.
Aksi mengaku sebagai pahlawan bukan hanya monopoli dunia politik . Dalam kehidupan sehari-hari , aksi seperti itu sudah menjadi hal yang biasa. Di rumah atau dalam lingkungan keluarga kita pasti ada anggota keluarga yang merasa paling berjasa atau paling banyak membantuekonomi keluarga.
Di sebuah perusahaan,kondisinya tak jauh berbeda. Pasti ada orang yang merasa paling berjasa dalam perjalanan sebuah perusahaan. Ia mersa dirinyalah yang dengan keringat darah membesarkan perusahaanitu dari nol. Atau mungkin ada yang merasa dirinya paling bagus dan berjasa
.
Previous
Next Post »