khasiat madu

Khasiat madu dan getah lebah.

Madu sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit bagi manusia. Dalam surat An – Nahl ayat 69 pun telah diterangkan tentang lebah tersebut. Konferensi aplikatur sedunia( World Aplikatur Conference ) yang diselenggarakan di China pada tanggal 20 – 26 september 1993, membenarkan hal ini. Dalam konferensi tersebut para ilmuwan mendiskusikan pengobatan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa “royal jelly'', serbuk sari dan propolis ( getah lebah ) dapat mengobati penyakit. Seorang doktor asal Rumania mengatakan bahwa ia menciba menggunakan madu untuk mengobati pasien yang menderita katarak. Dan sekitar 2000 dari 2100 pasiennya dapat disembuhkan dengan madu dan getah lebah tersebut. Sejumlah dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah ( bee resin ) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit. Seperti: bawasir, penyakit kulit, ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.

Pencetus satu hari 24 Jam.

Kita semua tahu bahwa satu hari 24 Jam, separuh siang dan separuhnya malam. Akan tetapi, mungkin anda akan bertanya – Tanya! Siapa yang pertama kali membuat patokan itu? Lalu, tahukah anda? Siapa yang pertama kali menetapkan satu hari sama dengan 24 Jam? Mari kita kupas masalah ini bersama – sama agar kita dapat menemukan jawabannya!!!
Orang pertama yang menetapkan patokan itu adalah seorang astronomi muslim yaitu Al – Battani. Ia mengubah sistim penghitungan sebelumnya yang membagi satu hari ke dalam 60 bagian ( Jam ) menjadi berjumlah 24jam. Introduksi AL – Battani ini kemudian diambil alih oleh astronom – astronom eropa belakangan ini. Dan karena Eropa menguasai perkembangan Sains astronomi modern sejak abad ke -17 M. patikan satu hari 24 Jam makin popular dalam kehidupan sehari – hari sekarang.
AL – Biruni, tokoh fisikawan muslim.

Selama ini orang mengenal Galileo sebagai seorang tokoh utama dalam revolusi Ilmuwan yang mengembangkan sains Fisika dan astronomi modern melalui eksperimen – eksperimen yang ia lakukan. Akan tetapi, siapakah tokoh eksperimentalis besar yang pertama didunia? Jawabannya adalah AL – Biruni. Menurut K. Arjam ( 1992 ). Sebagaimana dikutip Husain Heriyanto dalam makalah bertajuk perkembangan sains islam jilid pertama AL – Biruni adalah ilmuwan besar yang banyak sekali melakukan eksperimen – eksperimen dalam berbagai disiplin Ilmu pengetahuan. AL – Biruni menulis lebih dari 200 karya Ilmiah. Banyak dari karya – karya Ilmiahnya mencapai 13.000 halaman. Angka ini jauh melampaui karya yang ditulis Galileo, atau bahkan kombinasi Galileo dan Newton sekaligus.
Previous
Next Post »